Seksi 5 Pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda Terkendala Lahan

img

BALIKPAPAN, Kendati pembangunan jalan tol  Balikpapan-Samarinda terus dikebut, ternyata kondisi dilapangan masih mengalami masalah. Karena  seksi 5 sepanjang 11 km mulai Km- 13 menuju Manggar, Balikpapan masih bermasalah soal lahan.Ketua PPK Jln. Tol Seksi 1, Km. 13 – Samboja, Juliansyah Jemain, mengatakan kendala dana dari APBD Provinsi Kaltim untuk menuntaskan sisa proyek  belum lancar. Karena tengah mengalami kesulitan keuangan atau masih mengalami devisit, 

‘’Rata-rata semua seksi dari lima seksi yang ada masih terkendala dengan lahan milik masyaralat yang belum terbayar, kalau pembebasan lahan sudah tuntas kami yakin pembangunan jalan tol akan cepat selesai dan direncanakan April 2017 ini proyek ini akan dilanjutkan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Hery Trisautra Zuna, mengatakan tim di lapangan terus bergerak menyelesaikan proses pembebasan lahan, perkembangan terbaru yaitu pembebasan lahan untuk sejumlah seksi, seperti yang ada diseksi I sepanjang 22,03 km dari Balikpapan Km 13-Samboja telah bebas tanahnya sebesar 90%.

Seksi II sepanjang 30,98 Km dari Samboja-Muara Jawa pembebasan lahannya sudah mencapai 98,3%, untuk Seksi III sepanjang 17,3 Km dari Muara Jawa-Palaran pembebasan lahannya sudah mencapai 85,85%.

Kemudian Seksi IV sepanjang 17,95 Km dari Palaran-Samarinda pembebasan lahannya sudah mencapai 62,72% dan yang terakhir Seksi V sepanjang 11,09 Km saat ini pembebasan lahannya sudah mencapai 55,22% dan pemerintah daerah terus berupaya untuk bisa secepatnya membebasakan lahan yang terkena ruas jalan tol Balikpapan.

"Secara umum sudah oke lah kendati masih ada tersisi lahan yang belum dibebaskan namun secara keseluruhan sudah tidak terlalu bermasalah, kami berencana untuk melanjutkan pengerjaan konstruksi sehingga jalan tol Balikpapan  - Samarinda ini cepat tuntas, ‘’ ujar  Tri Sautra Zuna kepada wartawan belum lama ini.

Pengerjaan seksi II, III dan IV dikerjakan oleh para investor sementara Seksi I dan V akan dikerjakan oleh Pemerintah daerah provinsi Kaltim dan pinjaman dari China untuk seksi V dengan total Rp. 848.55 Miliar. Seksi I sepanjang 22,03 Km dibangun menggunakan dana patungan APBN dan APBD Kaltim, sementara Seksi V sepanjang 11,09 Km dibangun dengan pinjaman dari China senilai Rp 848,55 miliar.max/poskotakaltimnews.com