Perajin Perahu Kota Bangun Tetap Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19

img

(Ali Husni salah satu perajin perahu di Kota Bangun Kukar)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.TENGGARONG- Badai wabah Covid-19 yang belum berakhir, tak lantas membuat masyarakat lantas pasrah dengan keadaan. Di Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara tepatnya di Desa Kota Bangun Seberang, beberapa masyarakat yang sebagian jadi perajin perahu tradisional masih bertahan, produksi perahu tetap berjalan meski ditengah pandemi Covid-19.

Salah satu perajin Perahu Ali Husni saat di konfirmasi media ini mengatakan, ditengah pandemi Covid-19 pembuatan perahu tetap dilakukan, bahkan ada beberapa pesanan dari daerah lainnya.

“Kita tetap produksi untuk pembuatan perahu,” kata Ali Husni yang mengaku bahwa usaha pembuatan perahu itu sudah digeluti sejak tahun 1994, dengan berbagai macam jenis dan ukuran perahu.

Keahlian dan kemampuan Ali Husni untuk membuat perahu ia peroleh dari orang tuanya.”Jadi ini pekerjaan sudah turun temurun,” katanya, Minggu (16/8/2021).

Ia menyebutkan, perahu yang dibuatnya ada yang memakai kayu jenis bengkirai, meranti dan lainnya, dan dijual dengan harga yang bervariasi.

"Sesuai dengan permintaan konsumen, mintanya kayu meranti atau bengkirai, kalau meranti panjang 6 meter sekitar Rp. 4 juta, kalau bengkirai sekitar Rp. 5,4 juta" sebutnya.

Untuk pemasaran perahu tersebut menurut Ali Husni, sampai wilayah Kabupaten Kutai Timur, dan daerah pesisir yakni dari Kecamatan Anggana  Kukar.

"Saat ini dapat pesanan dari Kutim 20 perahu. Pemesanan bisa dilakukan melalui Whatsapp : 085250979727" ungkapnya

Lanjut dia, kendala yang dirasakan saat ini ialah bahan baku kayu, kayu sudah mulai susah didapat, dan modal.

"Saya berharap, bagi pekerja pembuat perahu bisa mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten maupun Desa, seperti peminjaman modal, kemudian dikembalikan dengan mencicil" tutupnya.(*riz/adv)