Bupati Sri Juniarsih Resmikan Laboratorium PCR RSUD Abdul Rifai, Pastikan Pelayanan Optimal dan Harga Murah

img

Peresmian dilakukan langsung Bupati Sri Juniarsih didampingi Kepasa RSUDAR Dr Nurmin.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.TANJUNG REDEB- Bupati Sri Juniarsih meresmikan Laboratorium PCR (polymerase chain reaction) RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb, Jumat (20/8/2021).

Dalam peresmian itu, hadir juga Setda Berau M Ghazali,  Direktur RSUD Abdul Rifai, Nurmin Baso, Kepala Dinas Kesehatan, Iswahyudi, Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono, Kajari Nislianuddin, Tenaga Kesehatan (Nakes) dari RSUD dan Nakes yang bertugas untuk Laboratorium PCR serta sejumlah Forkompinda Kabupaten Berau.

Kehadiran Laboratorium tersebut, tentu membuat masyarakat Bumi Batiwakkal sudah  bisa mendapatkan pelayanan pemeriksaan PCR yang bisa beroperasi 5 siklus pemeriksaan dalam 24 jam dengan tiap siklus 40 sampel sehingga bisa memeriksa 200 sampel per hari.

Apalagi saat ini di RSUD Abdul Rivai telah mengalokasikan 7.500 pemeriksaan secara gratis.

“Pemeriksaan ini akan tetap diproritaskan pada pasien covid-19 maupun tracing atau pelacakan dari terkonfirmasi covid-19, “ujar Bupati Sri Juniarsih.

Sementara itu pada Dinas Kesehatan sendiri lanjut Bupati Sri Juniarsih , masih ada yang bekerjasama di laboratorium swasta juga sekitar  6000 pemeriksaan gratis. Artinya hingga akhir tahun nanti setiap hari bisa diperiksa 170 sampel per hari secara gratis.

“Dan Untuk yang berbaya biaya pemeriksaan PCR di rumah sakit ditetapkan mengikuti petunjuk pusat yakni sebesar Rp525 ribu. Untuk saat ini kita belum bisa menggratiskan semua, yang pasti untuk pasien dan tracing covid-19 gratis. tetapi dengan turunnya biaya pemeriksaan ini juga sangat meringankan. Kedepan kita berupaya alokasikan anggaran agar semua bisa gratis.Mohon doanya selalu, agar kami bisa terus berupaya dengan maksimal untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Berau, “ungkap Sri Juniarsih lagi.

Sementara itu saat dikonfirmasi Kepala RSUD dr Abdul Rifai,  Dr Nurmin Baso menjelaskan bahwa dalam pengoperasian Laboratorium ini  akan ada 12 tenaga medis yang bertugas. Yang akan dibagi ke dalam dua shift  dengan 1 shift diisi 6 orang. Untuk pengambilan sampelnya tetap akan dibatasi, karena untuk satu sampel itu bisa sampai 3-4 jam pengecekannya.

“Begitupun untuk waktunya itu Senin-Jumat pengambilan sampel dari pukul 08.00 sampai 13.00 Wita, dan untuk Sabtu kita tetap buka dari pukul 08.00 sampai 12.00 Wita” jelas Dr Nurmin.

Sementara untuk pagi dari pukul 08.00 sampai 10.00 Wita itu lanjutnya, diutamakan kepada pasien covid-19 baik yang dirawat maupun yang dari hasil tracking.

“Sedangkan untuk masyarakat umum diperkenankan antara jam 10.00 hingga 13.00 Wita dengan biaya Rp525, sesuai dengan edaran Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (sep/adv)