Dinsos Berau Mulai Data Anak yang Kehilangan Orang Tua karena Covid-19

img

8 Anak Harus Jadi Yatim Piatu Setelah Kedua Orang Tuanya Meninggal Akibat Covid 19

POSKOTAKALTIMNEWS.COM.TANJUNG REDEB- Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Toto Hermanto mengatakan bahwa Kementrian Sosial (Kemensos) sudah menerbitkan surat untuk mendata anak-anak yang menjadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal akibat Covid-19. 

“Dengan adanya surat edaran dari Kemensos sudah terbitkan itu menjadi dasar kami saat ini mendata para anak yang menjadi yatim akibat covid-19," ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Sosial, Jalan Pemuda, Tanjung Redeb pada Senin (23/8).

Masih menurut Toto Hermanto, bantuan yang akan diberikan terdapat dua jenis seperti bantuan jangka pendek berupa bantuan untuk kelangsungan hidup anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya . Bahkan Dinsos juga sudah melakukan rapat bersama asisten serta dinas terkait hari ini rencananya akan diberikan bantuan sembako.

 “Untuk bantuan jangka panjang akan melewati beberapa proses terlebih dahulu termasuk melakukan input data ke pusat, ketika data sudah masuk ke Kemensos maka bantuan akan diterima secara berkelanjutan,”jelasnya lagi.

Toto menambahkan lagi, sedangkan untuk bantuan jangka panjang yang akan diterima nanti beragam, diantaranya adalah bantuan pendidikan, kesehatan serta lainnya.  

“Jadi untuk short time saat ini baru sembako, kalau dari daerah sendiri terkait pendidikan serta kesehatan itu tergantung dinas terkait," pungkasnya lagi.

Untuk diketahui penyebaran virus Covid-19 tidak hanya menjalar cepat di wilayah kota Kabupaten Berau saja akan tetapi juga merambah pelosok daerah Bumi Battiwakal ini.

Sebelumnya Kepala Kampung Merabu turut menjadi korban ganasnya virus ini, ini menandakan Covid-19 tidak pandang lokasi dalam penyebarannya. Belum lama ini, Nurul Alawiyah (24) beserta ketujuh adiknya terpaksa harus hidup mandir, sebab kedua orang tuanya Ridwansyah (52) serta Darmawati (44) meninggal akibat keganasan Virus Covid-19 yang merenggut kedua orang tuanya.

Ini merupakan kasus yang kesekian kalinya di Kabupaten Berau dimana anak-anak menjadi yatim piatu setelah meninggalnya kedua orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

"Setelah mendengar kabar ada anak-anak yang menjadi yatim piatu dalam waktu singkat akibat pandemi ini saya langsung menghubungi Asisten I untuk segera menindaklanjuti," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih . (sep/adv)