Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Pemkab-Warga Adat Kutai Sepakat Akan Kembali Musyawarah, Terkait Perubahan Warna Jembatan Kukar

Oleh Admin2 menit baca3.459 dibaca

Pemkab-Warga Adat Kutai Sepakat Akan Kembali Musyawarah, Terkait Perubahan Warna Jembatan Kukar
BagikanWhatsAppFacebookX

pertemuan warga adat Kutai dan Dinas PU

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Hasil Pertemuan perwakilan adat Kutai Remaong Berjaya dengan Pemkab Kukar melalui Dinas PU (Pekerjaan Umum), terkait dengan perubahan warna Jembatan Kutai Kartanegara, menyepakati akan dimusyawarahkan dan dievaluasi kembali.

Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar Restu Irawan, mengatakan hari ini belum bisa memberikan keputusan, dan nantinya akan kembali dilakuan diskusi dan evaluasi. Dan akan dikoordinasikan dengan pimpinan.

"Kita akan diskusikan dan evaluasi kembali. Karena Jembatan Kukar adalah ruang publik, aset pemerintah daerah, dan kita juga menimbang terkait masukan dari perwakilan adat Kutai" ucap Restu Irawan usai pertemuan dengan perwakilan warga adat Kutai, Senin (27/12/2021).

Pemerintah daerah juga, lanjut dia, tidak membeda bedakan warna, artinya bukan mendukung atau tidak mendukung, namun yang dipikirkan ialah terkait keselamatan masyarakat yang melintasi arus Sungai Mahakam, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Kita tidak akan merubah adat Kutai, mereka melihat hal tersebut sebagai perwakilan dari Kukar silahkan saja, karena itu bagian dari filosopi dari masyarakat adat Kutai" sebutnya

Pemerintah daerah juga telah bijak bahwa dalam mengambil langkah itu mempertimbangkan masyarakat umum, hal ini murni dalam rangka pemeliharaan Jembatan Kukar.

"Ini pemeliharaan berkala, maka dari itu kita koordinasinya dengan tim Komisi Keselamatan Jembatan dan Trowongan (KKJT), untuk melakukan diskusi terkait pemeliharaan Jembatan Kukar" tuturnya.

Sementara Ketua Umum Remaong Kutai Berjaya (RKB) Hebby Nurlan Arafat  menuturkan, keputusan dan tindaklanjut warga Kutai masih menunggu sampai Kamis (30/12/2021).

"Karena dari Dinas PU Kukar meminta waktu untuk melakukan koordinasi dulu dengan Kepala Daerah maupun pihak terkait seperti kesultanan, namun kita meminta sampai Kamis itu pengerjaan pemeliharaan Jembatan jangan dilakukan sampai bisa memberikan keputusan" ungkap Hebby

Dikatakannya, di Jembatan Kukar telah dibentangkan kain kuning, jika sudah ada kesepakatannya kain kuning tersebut boleh dilepas, jika tidak ada kesepakatan maka Kukar akan dilockdown oleh warga adat Kutai.

"Kalau aspirasi kami tidak ditanggapi, nanti kami akan datang kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak, dan kami akan melockdown" sebutnya.(*riz)

BagikanWhatsAppFacebookX