Penyaluran Bantuan Sosial dari Kemensos di Kukar Rendah
Suasana
rapat koordinasi evaluasi penyaluran bantuan sosial.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kukar menggelar rapat
koordinasi evaluasi penyaluran bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial
yang penyalurannya melalui BRI untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kukar.
Rakor dilangsungkan di ruang Pais Patin Dinsos Kukar, Selasa (4/1/2022).
Rapat tersebut dipimpin Bupati Kukar Edi
Damansyah, dihadiri Kepala Bappeda Kukar Wiyono, dan perwakilan BRI cabang
Tenggarong.
Edi Damansyah mengatakan, realisasi
penyaluran bantuan dari Kemensos untuk KPM di Kukar pada 2021 belum 100 persen
tersalurkan. Dari 10 Kabupaten/Kota di Kaltim ada beberapa Kabupaten/Kota yang
belum 100 persen penyalurannya, seperti Kukar, Samarinda, Kutim.
"Kukar sendiri termasuk rendah progress
penyalurannya, hal itu disebabkan karena yang melaksankan penyalurannya BRI,
meskipun melalui BRI namun tetap dipantau, dibantu dari Dinsos melalui
pendamping PKH, dan pendamping program bantuan tunai sembako" kata Edi
Damansyah kepada media usai rakor.
Lanjut dia, ada beberapa kendala yakni data
teknis, kalau menurut perwakilan cabang BRI Tenggarong bahwa tugas BRI ialah
hanya memastikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) tersampaikan ke KPM,
tetapi disisi lain kondisi geografis Kukar, pelayanan BRI tidak berada di semua
zonasi desa yang ada di Kukar.
"Dalam penyalurannya jika terkendala
oleh zonasi, kan bisa nanti dikoordinasikan dengan Kepala Desa, Kepala Desa
akan memfasilitasi melalui Bumdes" sebutnya.
Edi juga menyebutkan, PKH adalah program
keluarga, jadi kalau yang terdaftar ialah suaminya, ketika suaminya meninggal
dunia, dan istrinya masih berhak menerima bantuan tersebut, tapi dari kebijakan
BRI bahwa yang seperti itu tidak boleh langsung dicoret datanya.
"Maka dari itu saya protes tadi saat
rakor, karena versi kami ini adalah program keluarga, jadi kalau suaminya
meninggal dunia, istri atau anaknya masih berhak mendapatkan kartu prasejahtera
itu" imbuhnya usai memimpin rakor.
Dirinya berharap pada 2022 ini, pola hubungan
koordinasi dengan pemerintah daerah dan BRI cabang Tenggarong diperbaiki pola
kerjanya, sehingga tidak terjadi kembali realisasi progress penyaluran bantuan
di Kukar rendah.
Sementara itu Kepala Dinsos Kukar Hamly
menambahkan, dari data Dinsos untuk bantuan PKH yang belum menerima ada 598
KPM, dengan jumlah RP. 378.375.000. Sementara program BPNT sembako yang belum
tersalurkan ada 7.003 KPM dari jumlah total 23.523.
"Selain 2 program tersebut, ada program
bantuan tambahan dari Kemensos yakni BPNT PPKM, yang belum menerima ada 16.371
KPM, dengan nilai sekitar 3 milliar" ujar Hamly.
Tambah dia, penyebab
dari rendahnya penyaluran bantuan dari Kemensos di Kukar ialah kurang
maksimalnya koordinasi antara BRI penyalur dan pemerintah daerah, karena BRI
menganggap telah ada MOU dari Kemensos.(*riz)