Sangkulirang-Mangkalihat Menjadi Goepark ke 14 Nasional
Oleh Admin2 menit baca4.617 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Provinsi Kaltim dianugrahi berbagai kekayaan alam, diantaranya adalah berupa warisan Geopak yang beragam, dan potensi tersebut Kaltim memiliki peluang untuk mengembangkan Taman Bumi (Geopark) yang bertujuan konservasi edukasi dan juga membangun perkonomian masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim HM Sa’bani, mengatakan sambil menunggu penetapan pengembangan Taman Bumi (Geopark) di Sangkulirang –Mangkalihat, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM RI) sebagai Geopark ke-14 Nasional, berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada semua stakeholders bagaimana pentingnya pengembangan dan pelestarian geopak.
“Sambil menunggu penetapan warisan geologi dimaksud, maka inventarisasi keragaman sumber daya hayati dan keragaman budaya yang berada disekitar Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, serta keterkaitan antara keragaman-keragaman tersebut sudah mulai dilakukan,”kata Sa’bani saat membuka Kick of Meeting Tim Penyusun Dokumen Usulan Taman Bumi (geopark) Sangkulirang-Mangkalihat, yang digelar secara luring dan daring oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Kaltim, di Ruang Rapat Tepian 2 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (19/1/2022).
Sa’bani mengharapkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bukan sekedar melihat sebagai warisan geologi, tetapi bagaimana kawasan sekitarnya bisa menstimulus
terhadap ekonomi masyarakat, sehingga tidak saja fokus dalam pembenahan dan pemanfaatan geopak, tetapi bagaiman menjaga konservasi dan kelestarian lingkungan dan bagaimana bisa mengangkat perekonomian masyarakat, sehingga mampu meningkatkatkan kesejahteraannya.
“Memang kita sudah membentuk tim penyusun dokumen geopark Sangkulirang-Mangkalihat, dan Gubernur Kaltim sudah mengusulkannya kepada menteri ESDM tahun 2020 lalu, dengan harapan tim ini dapat bekerja fokus bagaimana usulan Gubernur tersebut segera ditetapkan sebagai warisan geopak ke 14 di tanah air. Dan penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk pengembangannya, sesuai Perpers No 9 tahun 2019 tentang pengembangan Geopark nasional,” papar Sa’bani.
Kepala Dinas ESDM Kaltim Cristianus Benny dalam laporannya antara lain mengatakan untuk menambah wawaasan terhadap kasawan karst, warisan geologoi dan menginisasi pengembangan teman bumi (geopak) di Provinsi Kaltim maka telah dilakukan kegiatan stusi banding dan Focus Group Discusstion (FGD) dan sosalisasi ke beberapa OPD, Fakultas Geografi UGM Yogjakarta.
“Di dalam kawasan bentang alan karst Sangkulirang –Mangkalihat terdapat keragaman geologi yang langka, unik dan indah yang dikenal dengan warisan geologi (geoheritage). Diantaranya warisan geologi yang berbentuk karst tabung atau botol yang tegolong sangat unik di dunia yang berumur 150-200 juta tahan, termasuk kehadiran lukisan cadas pra sejarah berumur ribuan tahun di dinding Gua Mangkuris dan Gua Belayot di Kutim,” papar Cristianus Benny.
Usai Pembukaan, kemduai dilanjutkan paparan dari beberapa nara sumber diantaranya Fakultas Geografi UGM Profesor Dr. Eko Haryono. dan acara tersebut dihadiri Karo perekonomian Sekdaprov Kaltim H Nazrin, dari Unmul Samarinda, serta undagan lainnya.(mar)



