Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Berau Siap Garap Produk Coklat

Oleh Admin2 menit baca3.567 dibaca

Berau Siap Garap Produk Coklat
BagikanWhatsAppFacebookX

Bupati Berau saat menerima sertifikasi 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tengah mengembangkan perkembangan kakao, mulai dari lahan perkebunan hingga produk hasil olahan.

Salah satu upayanya dengan mengajak pihak ketiga dalam bekerja sama untuk menghasilkan coklat sendiri.

Upaya tersebut disampaikan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih dalam acara Serah Terima Sertifikat Indikasi dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI yang digelar di Rumah Dinas Bupati, Jalan Cendana, Tanjung Redeb, Berau, pada Rabu (9/2/2022).

Dikatakannya, melalaui agenda itu membuktikan indikasi geografis Berau memiliki keunggulan yang luar biasa untuk perkebunan kakao yang tersebar di 6 kecamatan. Semunya memiliki ciri khas masing-masing dan sudah diekspos ke luar daerah, bahkan luar negeri seperti Filipina, Malaysia, hingga Italia.

Sayangnya, masyarakat Berau belum merasakan hal tersebut. Merosotnya lahan perkebunan dan kurangnya minat masyarakat dalam mengelola kakao membuat hasil produksi di Bumi Batiwakkal ini perlahan langka.

"Makanya, saya tadi sudah berpesan kepada dinas yang terkait untuk mengolah kakao dan menghasilkan coklat sendiri supaya bisa juga di rasakan oleh masyarakat Berau dan semoga bisa dipajang dan dijual di setiap galeri fasilitas umum," tuturnya.

Bupati wanita pertama di Bumi Batiwakkal itu berharap, melalui momen ini pengolahan kakao guna membangkitkan ekonomi masyarakat bisa bisa tercapai dalam waktu yang dekat.

Sebagai langkahnya, pemerintah daerah akan menggandeng pihak ketiga dalam hal pengolahan biji kakao, mulai dari pra panen hingga pasca panen.

"Saya mengapresiasi Kemenkumham yang selama ini memberikan dukungan, mudah mudahan kita juga bisa merealisakan di Kabupatyen Berau dengan menciptakan produk coklat unggulan sendiri," tambahnya.

Untuk diketahui, saat ini dengan melibatkan pihak ketiga sebenarnya Kabupaten Berau sudah memiliki pabrik coklat sendiri. Selain itu, terdapat juga produk coklat unggulan khas Kampung Merasa, Kecamatan Kelay.

"Catatan penting buat saya karena mereka sudah memberikan kontribusi kepada masyarakat, saya berharap coklat asli daerah kita ini dapat dijual bukan hanya secara nasional ataupun luar negri, tapi pun juga di kalangan masyarakat Berau," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, mengatakan, dalam menghasilkan produk olahan yang bermutu, kakao di Kabupaten Berau harus dikelola dengan teknologi tertentu sesuai dengan keinginan buyer sehingga standarnya dapat terjamin dan harga jual yang tinggi.

"Jadi memang diperlukan pihak ketiga karena rata-rata masyarakat tidak bisa mengolah hasil pasca penen agar sesuai dengan mutu yang di inginkan pasar," ucapnya.

Dikatakan Lita, pihak ketiga yang dimaksud tidak lain perusahaan serta gagasan dari putra-putri daerah. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi agar memberikan dampak kepada petani untuk meningkatkan mutu dan hasil jual yang tinggi.

"Tahap awal, kami akan berupaya menambah luas lahan yang sudah mulai tergerus oleh lahan perkebunan lain dan meningkatkan jumlah produksi melalui pemahaman kepada petani agar produksi bisa terus berlanjut," pungkasnya.(sep)

BagikanWhatsAppFacebookX