Wagub : Pembangunan Belum Mendapatkan Perhatian Yang Serius
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA
-
Kalimantan Timur yang dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah dari dalam
perut bumi hingga diatasnya, Oleh karena itu Wakil Gubernur Kaltim mengharapkan
kekayaan SDA tersebut harus mampu mensejahterakan masyarakat.
Penegasn
tersebut, sudah berkali-kali
disampaikan Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi dalam beberapa waktu terakhir
ini, disetiap kesempatan diberbagai
kegiatan resmi pemerintahan maupun acara yang digelar masyarakat.
Seperti ketika bertemu dengan Kepala Badan
Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Eko Prasetyanto yang
datang ke Kaltim bersama para Kapuslitbang di lingkup Kemendagri dalam
rangkaian Rakor Teknis Kelitbangan.
"Di Kaltim ini Pak Eko, saya baru tau
setelah pertemuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi bahwa ada 30 PKP2B
(perusahaan batubara) terbesar di Indonesia," kata Wagub Hadi Mulyadi
dihadapan Kepala BSKDN Eko Prasetyanto bersama 17 pejabat Kementerian Dalam
Negeri, di Ruang Rapat Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jum’at 13 Mei 2022.
Tapi pembangunan di Kaltim lanjutnya, belum
mendapatkan perhatian yang serius, jalan-jalan masih rusak, sarana dan
prasarana pendidikan juga masih terbatas bahkan minim, termasuk dana pendidikan
bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Tegas orang nomor dua Benua Etam ini
menyatakan tidak ada maksud menyalahkan sebuah lembaga, namun sekedar
menyampaikan keluhan warga Kaltim.
Selain kondisi infrastruktur daerah makin
rusak parah, ungkapnya, salah satunya terkait bantuan keuangan bagi dunia
pendidikan yang disalurkan oleh pihak swasta (perusahaan).
"Ada dana bantuan dari perusahaan,
apakah CSR kah namanya atau sifatnya pribadi ke perguruan tinggi di Pulau Jawa
totalnya Rp200 miliar, tidak ada kepada Unmul," sebutnya.
Sebagai masyarakat Kaltim, menurut Wagub,
sangat wajar kalau mempertanyakan hal ini. Sebab, perguruan tinggi negeri
tertua seperti Universitas Mulawarman Samarinda dan telah banyak melahirkan
lulusan yang berkompeten tetapi tidak mendapatkan perhatian (bantuan).
"Mereka (perusahaan) beraktivitas di
Kaltim tapi kenapa tidak memberikan sedikit pun untuk Unmul atau perguruan
lainnya di Kaltim," tanyanya lagi.
Apalagi Kaltim sudah ditetapkan sebagai ibu
kota negara, seharusnya ujar mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini,
support swasta kepada calon ibu kota negara harus lebih maksimal.
"Dikala kita berupaya keras membangun
SDM agar lebih berkualitas dan berdaya saing menyongsong IKN. Tapi, kenapa ada
perusahaan seolah tidak peduli dengan kondisi daerah dan program yang
dicanangkan pemerintah bagi rakyatnya," ungkap Wagub Hadi.
Karenanya, suami Hj Erni Makmur ini pun kembali meminta dan mengingatkan pengusaha-pengusaha yang ada di Kaltim dan mengeksploitasi SDAnya agar memberikan perhatian serius pada generasi penerus bangsa.
"Ini bukan soal iri-irian, hanya saya
menangkap seperti tidak ada keseriusan pihak swasta untuk membantu membangun
SDM lokal," tandasnya. (mar)