Sikapi Jalan Rusak di Hulu,Pemerintah Kukar Jangan Tutup Mata
TENGGARONG, Pasca musibah banjir yang
melanda sejumlah wilayah diulu Kutai Kartanegara, persoalan yang dirasakan
warga pengguna jalan lantas tak berhenti begitu saja. Sebab usai banjir
melanda, jalanan poros penghubung antar kecamatan diwilayah ulu Kukar rusak
parah, bahkan warga membangun jembatan darurat.
Agus menyatakan, bahwa pembangunan
jembatan di Desa Sebelimbingan Kota Bangun adalah hasil patungan dari warga, pembanguna dilakukan
diatas jalan pemerintah.”Warga yang melintasi jembatan sepanjang 20 meter itu
membayar Rp50 ribu untuk mobil dan Rp10 ribu untuk sepeda motor,” kata Ketua
LSM Ikatan Pemuda Martadipura Kukar Agus Supriyadi.
Kegiatan pungutan liar (pungli) tersebut
seolah olah dibiarkan oleh pemerintah, dan tidak ada tindakan yang nyata.
Sementara secara terpisah, Wakil Ketua
DPD KNPI Kukar Tohari SH, menilai lambatnya pemerintah merespon apa yang
terjadi ditengah masyarakat, merupakan salah satu sikap pembiaran yang tak
sepantasnya dilakukan.
“Pemerintah kan punya dana posmayor
untuk penanggulangan bencana, dana tersebut kan bisa dikeluarkan untuk membuat
jembatan, sehingga warga tak perlu patungan,” kata Tohari.
Pihaknya sangat prihatin, langkah yang
tak cepat dilakukan pemerintah menyikapi setiap kejadian yang ada.”Bencana
banjir yang melanda, dan menjadikan sejumlah jalan rusak, jembatan putus di
Desa Sebelimbingan ini seharusnya menjadi dasar supaya dana tanggap darurat itu
bisa direalisasikan,” tandasnya.awi/poskotakaltimnews.com