Pemerintah Diminta Bangun Museum Lamin 1001 Mandau
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Seorang pengrajin mandau bernama Aji Ahmad Ismail asal Meratus, Kalimantan
Selatan, yang berdomisili di Desa Margasari, Kecamatan Loa Kulu, Kukar,
berharap mendapatkan support dari pemerintah daerah, dalam hal memperkenalkan budaya
dayak.
Hal itu disampaikan Aji Ahmad Ismail disaat
menggelar pameran, dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke
19, di Kantor Desa Loh Sumber, Rabu (25/5/2022).
Ia berharap kepada pemerintah daerah, agar
difasilitasi baik itu tempat permanen atau diundang setiap ada event, sehingga
bisa mempertunjukan mandau buatannya.
"Kita ingin memperkenalkan budaya kita
dengan kerajinan mandau ini, baik kepada orang lokal maupun luar daerah, bahwa
Kaltim khususnya Kukar memiliki budaya yang luar biasa," katanya kepada
Poskotakaltimnews.
Kata dia, jika di Kukar dibuatkan Museum
lamin 1001 mandau, tentunya hal ini dapat menjadi kebanggaan Kukar, dan memberi
edukasi terhadap pengunjung yang berkaitan dengan budaya Dayak.
"Atau paling tidak kita difasilitasi
untuk mengisi event, baik di daerah maupun di luar daerah, dengan ini kita bisa
memperkenalkan secara luas," sebutnya
Aji sapaannya, telah ribuan memproduksi
berbagai jenis mandau, dari ukuran kecil hingga besar sekitar 4 sampai 6 meter.
Membuat mandau tidak semudah membuat pisau biasa, tentu banyak tantangan yang
dihadapinya selama menjadi pengrajin mandau.
"Tingkat kesulitannya mulai dari
mengukir, bahan baku seperti kayu dan lainnya, dan pembuatan mandau tidak
sebentar, bahkan memerlukan waktu tahunan untuk pembuatan yanh besar,"
jelasnya.
Dirinya berkarya sejak 2011, dan pekerjaan
tersebut dibantu dengan anak anaknya. "Ini kita harus ajarkan kepada anak,
cucu kita, sehingga budaya dayak dan hasil kerajinan kita bertahan tidak
luntur," tuturnya.
Lanjut dia, kerajinan mandau ini telah
mendapat apresiasi dari Bank Indonesia pada tahun 2021 lalu, apresiasi tersebut
berupa fasilitas dari BI dan mendapatkan Rekor MURI.
Sementara itu Bupati Kukar Edi Damansyah menuturkan, pemerintah daerah mendukung para UMKM dan pengrajin yang ada di Kukar, meskipun hal itu belum maksimal.
"Kalau pelaku UMKM sudah difasilitasi
meskipun belum maksimal, kita juga menggandeng beberapa perusahaan untuk
mendukung UMKM maupun pengrajin yang ada," ujar Edi Damansyah.
Edi berujar, seperti yang disampaikan oleh
pengrajin pandai besi, yakni pembuatan mandau khas Dayak. Dia (pengrajin) telah
mendapatkan rekor MURI.
"Hal itu merupakan fasilitasi juga dari
perusahaan yang ada. Tidak ada keberhasilan yang kita capai kalau kerja
sendiri," tutupnya.(*riz)