RSUD AM Parikesit Buka Layanan Hematologi Onkologi Medik

img

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit akan membuka layanan terbaru yakni layanan Hematologi Onkologi Medik, pada Juni 2022 ini.

Hematologi Onkologi medik adalah tentang pengobatan kanker seperti kemoterapi, target terapi, hormonal terapi dan imunoterapi. Hematologi-onkologi medik akan mendiagnosis dan mengobati kelainan darah, berbagai jenis kanker dan mengelola gejala penyakit serta kanker. 

DR Ridho M Naibaho yang merupakan dokter spesialis kanker RSUD AM Parikesit berharap kasus kanker di Kukar tidak ada. Layanan terbaru ini merupakan upaya Direktur RSUD AM Parikesit untuk menurunkan angka pengidap kanker di Kukar.

"Secara statistik angka pengidap kanker itu makin tahun makin naik, jadi ini merupakan visi bu Direktur untuk meningkatkan pelayanan kanker di Kukar," jelasnya saat zoom meeting, Kamis (2/6/2022) pagi tadi.

Kata dia, bagi masyarakat yang memiliki penyakit dalam, segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, apabila faskes tidak bisa menangani, nantinya akan dirujuk ke bagian poli penyakit dalam.

"Apabila hasil pemeriksaan atau diagnosa itu gejala kanker atau kanker, nanti akan diarahkan ke Hematologi Onkologi (saya) untuk berkonsultasi," katanya

Dokter Hematoligi Onkologi medik juga bekerjasama dengan dokter penyakit dalam lainnya, karena terapi kanker tidak hanya satu macam saja, jadi perlu adanya kolaborasi atau tim khusus yang ahli dibidang penyakit dalam.

"Pelayanan penyakit dalam harus memiliki kompetensi khusus dibidangnya masing masing. Jadi sudah tau tanggung jawabnya masing masing," katanya.

Menurutnya, orang yang mengidap kanker itu sakitnya luar biasa. Kanker harus diperangi secara bersama sama, dengan cara deteksi dini, sehingga bisa ditangani dari awal.

"Jadi proses penyembuhan masih ada harapan, dengan terapi paling tidak. Seperti itu lah pentingnya screning atau deteksi dini," ucapnya.

Terkait screning kanker bisa melalui aplikasi Onkodok, tujuannya dari aplikasi tersebut ialah untuk membuat pasien menambah wawasan. "Di aplikasi itu ada penjelasan dan pilihannya,"

"Kita juga akan mensosialisasikan deteksi kanker, hal ini perlu kolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, karena tidak semua kanker bisa di deteksi dini, yang bisa dideteksi dini adalah yang bisa terlihat saja," ungkapnya.

Diketahui, data riset kesehatan dasar pada 2013, angka kejadian kanker sebagai penyakit tidak menular sekitar 1,4 persen, sementara data 2018 angka tersebut naik 1,8 persen.(*riz/adv)