Pembangunan Pertanian Berbasis Kawasan Kukar, M Fadli: Wujudkan Kesejahteraan Petani

img

Bupati Edi Damansyah saat mencoba alat untuk menanam padi di Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu beberapa waktu lalu. 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR-Kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dibawah kepemimpinan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wakil Bupati H Rendi Solihin khususnya program prioritas Kukar Idaman, dari 23 program dedikasi yang telah tertuang dalam RPJMD tahun 2021-2026, secara eksplisit terdapat dua program yang berkaitan langsung dengan pertanian. Pertama, Program Pembangunan Pertanian Berbasis Kawasan, dan kedua Program Hilirisasi Produk Pertanian.

Pada pembangunan pertanian berbasis kawasan (padi sawah), pemerintah telah menetapkan pada lima titik atau lima kecamatan, diantaranya adalah di Kecamatan Sebulu-Muara Kaman, Kemudian Tenggarong Seberang, Kecamatan Tenggarong-Kecamatan Loa Kulu, dan Kecamatan Marangkayu.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Mohamad Fadli mengatakan penetapan lima kawasan pertanian berbasis padi sawah itu sudah melalui analisis dan survei baik pemetaan sampai dengan kondisi eksisting dilapangan, bahwasanya lima kawasan itu Rata-rata luasannya lebih dari 1000 hektar sawah eksisting.

"Artinya sangat potensial untuk menjadi lokus atau lokasi untuk pengembangan kawasan berbasis pertanian."kata Fadli Selasa (7/6/2022).

Fadli mengungkapkan kebijakan pembangunan kawasan ini leading sektornya ada di Dinas Pertanian Dan Peternakan (Distanak), tetapi ada OPD lain sebagai suporting atau pendukung. Misalnya kalau bicara kaitan dengan irigasi ada yang menjadi ranah Distanak khususnya berkaitan dengan pintu air, saluran irigasi dari tersier sampai parit cacing dan jalan usaha tani.

Tapi kalau untuk saluran primer, sekunder dan embung dengan skala besar diatas 3 ribu m³ itu menjadi ranahnya Dinas Pekerjaan Umum (PU).

"Kemudian pertanian berbasis kawasan juga yang tidak kalah penting berkaitan dengan mekanisasi pertanian karena terkait efektifitas dan efisiensi kegiatan pertanian."ujarnya.

Kalau dulu pertanian sifatnya konvensional sekarang sudah mulai kepada proses modernisasi, apalagi dengan adanya revolusi Industri 4.0 jadi semuanya berbasis teknologi termasuk saat ini penggunaan drone menjadi salah satu kebutuhan dalam percepatan kegiatan pertanian dilapangan.

Menurut Fadli dengan modernisasi akan memotivasi anak-anak muda, supaya bisa bekerja didunia pertanian yang selama ini anak muda tidak tertarik karena kotor, berlumpur dan kerjanya harus dengan otot. Kalau dengan mesin-mesin pertanian itu akan memudahkan dalam kegiatan-kegiatan  aktivitas pertanian yang selama ini dilakukan secara konvensional.

Dikatakan Fadli tujuan dan sasaran dari program ini  secara umum petani dalam rangka peningkatan indeks panen (IP), meningkatkan kualitas dan produktivitas dalam rangka supaya kesejahteraan petani itu meningkat yang di indikasikan dengan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).

Jadi petani itu dikatakan sejahtera kalau NTP nya lebih dari 100, kalau dibawah 100 dianggap belum sejahtera karena pengeluaran petani baik pengeluaran produksi maupun pengeluaran rumah tangganya tidak dapat ditutupi dari hasil kegiatan pertaniannya, kalau NTP kurang dari 100.

"Harapannya program ini betul-betul dikawal dengan serius, kordinasi dan kerjasama antar perangkat daerah itu menjadi salah satu kunci. Termasuk bagaimana mengajak lembaga diluar pemerintah, misalnya melalui program CSR atau tanggungjawab sosial perusahaan, bagaimana melibatkan perguruan tinggi seperti Unikarta yang juga memiliki Fakultas Pertanian, melibatkan Badan Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP), serta Balitbangtan yang menjadi instansi vertikal di provinsi Kaltim. Sehingga apa yang menjadi target di RPJMD bisa terwujud." ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu, Sutarno mengatakan bahwa desanya masuk dalam program pertanian berbasis kawasan , hal ini karena di Sumber Sari adalah tempat produksi pangan. Dengan adanya program ini sangat membantu petani seperti membantu pengairan dan bisa meningkatkan produktivitas padi.

Disebutkan Sutarno untuk lahan padi sawah di Desa Sumber Sari sendiri ada sekitar 300 hektar lebih.

"Harapan kedepan saya simpel saja, terkait program pertanian berbasis kawasan padi sawah ini bisa mengatasi kendala petani di lapangan seperti saluran irigasi yang belum memadai, dan juga pemerintah juga bisa menentukan harga produksi padi supaya petani nantinya bisa mendapat harga yang layak." pungkaanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kukar Sutikno mengatakan bahwa berdasarkan RPJMD, program pembangunan ekonomi berbasis kawasan.

Selain itu juga ada pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, embung dan parit sehingga kawasan tersebut bisa terkoneksi semua. Jadi tidak berdasarkan berdasarkan parsial lagi tapi ada kawasan.

"Pemkab Kukar telah menganggarkan di Dinas Pertanian untuk mengawal lima kawasan pertanian yaitu sebesar Rp 39 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan di lima kawasan tersebut." terangnya.

Dia menyebut untuk pembangunan jalan usaha tani sudah mulai dikerjakan mulai bulan April lalu di Sebulu, Manunggal Jaya, Tenggarong, dan Loa Kulu. Saat ini material sudah masuk dan tinggal pengerjaannya dengan target 2-3 bulan penyelesaiannya.

Pembangunan tersebut bertujuan untuk mensukseskan program Kukar Idaman yaitu pembangunan salah satunya jalan usaha tani sepanjang 120 kilometer dan 120 embung. Jadi pembangunan tersebut diawali dengan jalan usaha tani kemudian jaringan irigasi, embung, dan dum parit yang masih dalam perencanaan.

"Target kita paling tidak di bulan Agustus dan September sudah bisa selesai semua kegiatannya gak ada yang lewat tahun lagi." ucapnya.(adv/pk)