Sering Longsor, DPUPR Berau Bakal Bangun Jalan Alternatif
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan,
Junaidi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB -
Jembatan yang berada di jalan porong penghubung lima kampung di Kecamatan Kelay
kerap terjadi longsor dan membuat akses jalan terputus.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(DPUPR) pun rencanakan pembangunan jalan alternatif untuk menghubungkan akses
lima wilayah itu.
Pengerjaan akses darat total pun telah Tim Reaksi Cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (TRC DPUPR) Berau. Sebanyak 9 jembatan penghubung sudah diperbaiki dari titik awal jalan poros yakni di Batu Rajang, Kecamatan Segah menuju lima kampung di Kecamatan Kelay, yakni Long Lamcin, Long Keluh, Long Pelay, Long Duhung, dan Long Suluy.
DPUPR Berau pun berencana untuk membuat jalan
alternatif sebagai penghubung lima kampung itu dari kampung yang dekat dengan
kantor kecamatan, yakni Long Beliu. Rencananya panjang jalan alternatif itu
mencapai 19 km dari Long Beliu dan bakal menembus ke Kampung Long Duhung.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan,
Junaidi mengatakan, pihaknya tengah menyusun skema alternatif untuk membuat
jalur alternatif menuju lima kampung itu dari kantor pusat kecamatan.
"Sementara masih kami susun skemanya.
Dikarenakan dari Long Lamcin menuju Long Duhung itu kan 35 km dan itu jalannya
rapih dan aman, sehingga kami berencana untuk membuat jalur alternatif menuju
jalan tersebut dari Long Beliu yang memperpendek akses dari masyarakat ini
sehingga menembus langsung ke pusat kecamatan," tuturnya, Kamis (17/6/22).
Sementara pihaknya tengah memperbaiki kondisi
jalan tersebut. Tahap preservasi sudah tuntas sepanjang 47 km. Sejak pengerjaan
yang dimulai pada akhir Maret 2022 kemarin. Junaidi menjelaskan sementara ini
alat berat DPUPR masih berada di lokasi untuk melanjutkan perbaikan jembatan.
“Ini juga kami sudah koordinasi dengan
kecamatan dan perusahaan untuk melanjutkan perbaikan, dan sementara istriahat
pulang dulu sementara waktu untuk kembali lagi,” jelasnya.
Pihaknya memastikan, pengerjaan tetap
dilanjutkan hingga keseluruhan total panjang ruas jalan hingga kampung terujung
yakni Long Suluy. Meskipun pengerjaan jalan tidak dapat dibuat permanen
lantaran ruas jalan berstatus kawasan budidaya kehutanan (KBK).
Pihaknya pun merencanakan 3 opsi dimana
nantinya untuk penanganan jalan dan jembatan sepanjang 85 kilometer ini.
Diantaranya pembenahan dan perbaikan jalan dan jembatan yang sulit dijadikan
akses oleh kendaraan, pengalihan ruas jalan yang berstatus kawasan budidaya kehutanan
(KBK), dan pembuatan ruas jalan alternatif dari Long Duhung ke Long Beliu.
"Kita benahi dulu jalan yang berlubanh
dan akses jembatan yang terputus ini supaya bisa dipergunakan oleh masyarakat
yang akan melalui akses tersebut," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, jembatan menuju
Kampung Long Keluh yang sebelumnya terputus dan tidak dapat dilewati oleh
kendaraan roda empat, kini telah diperbaiki. Junaidi mengatakan, jembatan
kampung tersebut merupakan titik terparah serta termasuk yang paling riskan menyebabkan
kendaraan roda empat jeblos ke lubang.
"Kondisinya saat pertama kami survei kan
masih dihubung pake kayu dan dibuat dengan manual. Kini, sudah kami timbun dan
sudah bisa dilewati oleh kendaraan," ujarnya.
"Kalau sudah sampai Long Keluh itu
berarti total sudah sembilan jembatan dipreservasi, untuk sisanya sampai ujung
jalan poros, totalnya ada 19 jembatan berdasarkan pernyataan dari perangkat
kecamatan dan kampung," sambungnya.(sep)