Menkum-HAM Buka Resmi EIFAF 2017
TENGGARONG, Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly, Minggu (23/7) siang resmi membuka Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) 2017, di Stadion Rondong Demang Tenggarong.
Ribuan masyarakat Kutai Kartaneggara memadati acara tersebut. Kemeriahan
pembukaan EIFAF diawali dengan parade marching band dari Tenggarong yang
disusul dengan penampilan 9 negara yang ambil bagian memeriahkan EIFAF, yakni
Cina Taipe, Jepang, Slovakia, Polandia, Korea Selatan, India, Thailand dan
Bulgaria serta tuan rumah Indonesia yang diwakili Kutai Kartanegara.
Hadir dalam pembukaan itu, Gubernur Kaltim, Bupati Kukar, Pangdam
VI Mulawarman, Ketua DPRD Kaltim dan Kukar, Ketua BPK RI, serta undangan
lainnya.
Yasonna Laoly, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi tinggi
atas terselenggaranya pelaksanaan Erau Adat Kutai dan International Folk Art
Festival.”Merupakan kebanggaan tersendiri bagi saya, bisa hadir dalam Erau
tahun ini. Erau terasa membanggakan pula bagi Kabupaten Kukar, karena begitu
sungguh sungguh melestarikan seni dan budaya, tidak hanya skala nasional namun
internasional. Saya mengucapkan selamat kepada Ibu Bupati Kukar, dimana Erau mendapat
anugrah sebagai festival terpopuler,” katanya.
Dengan menjadi agenda tahunan, pelaksanaan Erau kedepannya diyakini
akan terkenal tidak hanya secara nasional namun internasional.”Mungkin 10 tahun
nanti, peserta dari luar negeri bisa mencapai 30 sampai 40 negara,” tegasnya.
Sementara Bupati Kukar, Rita Widyasari menegatakan menyandang
anugrah sebagai Festival Budaya terpopuler di Indonesia tahun 2016 merupakan
semangat bagi Kutai Kartanegara untuk terus melestarikan tradisi dan seni
budaya dalam pergaulan budaya baik Nusantara maupun Internasional, terlebih
Erau di Kukar juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia dari
Kalimantan Timur sehingga menjadi kewajiban bagi pemerintah Kukar untuk merawat
keberlangsungan tradisi ini agar terus berlangsun setiap tahunya.
"Meski ditengah kelesuan devisit, maka perhelatan budaya
merupakan penyejuk atau pelepas dahaga bagi masyarakat baik itu seniman, pelaku
industri dan juga niat baik kami adalah memajukan sektor Pariwisata di Kukar
khususnya ekonomi kreatif dan cita-cita kami adalah memberikan rasa bahagian
bagi masyarakat itu adalah tugas kami karena pariwisata juga merupakan misi
kami di gerang raja bahwa pariwisata harus menjadi salah satu sektor penyumbang
terbesar bagi daerah ini." jelasnya
Pada hari ini dilihat dari stasistik pendapatan pariwisata di
Kukar bahwa setiap tahunya di Dinas Pariwisata yang di pimpin oleh Sri Mulyani
selalu mengalami penurunan, tapi alhamdulilah peningkatan dari insan pariwisata
setiap tahunya selalu meningkat kurang lebih 30 persen.”Perlu saya sampaiakn
sebelum saya menjadi Bupati Kukar kunjungan wisat di Kabupatn Kukar hanya
mencapai 2500 tetapi hari ini sudah tercatat 1,9 juta orang yang hadir di
Kabupaten Kukar setiap tahunya dan ini merupaka penyumbang terbesar di Kalimtan
Timur.”katanya.
Kemudian secara resmi
Pagelaran EIFAF dibuka oleh Kementrian Hukum Dan Ham yang dilanjutkan dengan
menyalakan 7 Api Obor dan selanjutnya masyarakat disuguhkan tarian massal oleh
150 remaja dan pelajar Tenggrong yang membawakan tarian massal bertakjub
"Bena Budaya Etam".awi/dra/poskotakaltimnews.com