Kesra Dapat Bagian Kuota 100 Calon Guru Non ASN untuk Beasiswa Guru Sarjana

img

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Dendi Irwan

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Program beasiswa 1000 guru sarjana merupakan implementasi dari misi kedua Bupati Kukar yakni, meningkatkan pembangunan sumber daya manusia, yang berakhlak mulia, unggul, dan berbudaya, yang masuk dalam program Beasiswa Kukar Idaman.

Dari beasiswa 1000 guru sarjana yang disiapkan oleh Pemkab Kukar, Bagian Kesra Setkab Kukar kebagian 100 kuota calon guru yang bukan Aparatur Sipil Negeri (ASN) untuk program beasiswa tersebut, dan sisanya berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Dendi Irwan mengatakan, memang ada program beasiswa 1000 guru sarjana, namun beasiswa tersebut dibagi dengan Disdikbudi, Kesra hanya kebagian 100 orang untuk kuotanya.

"Kesra mendapat bagian 100 untuk 5 tahun, otomatis kalau dibagi pertahunnya ada 20 orang, hal ini penjelasan dari Bappeda, yang mana sasarannya  calon guru non ASN," kata Dendi Irwan kepada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Selasa (2/8/2022).

Kata dia, pendaftaran beasiswa 1000 guru sarjana melalui online, sejauh ini baru ada 4 orang yang mendaftar beasiswa tersebut. Untuk mencapai target dari 20 orang setiap tahunnya, Kesra telah berkoordinasi dengan Disdik Kukar.

 

"Ini bagaimana mekanismenya, dari 20 kuota yang tersedia mana yang bisa diintervensi atau dimonitoring, yang mana guru potensial kalau memang sudah ada itu bisa kita tarik untuk mengisi kekurangan kuota yang 16 orang ini," ungkapnya .

Ia menyebutkan, Kesra bergerak berdasarkan data, misal calon guru non ASN sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di sekolah, mendapat jam mengajar di sekolah, syarat pendidikannya belum liner, dan belum menjadi PPPK.

"Jadi kita koordinasi dengan Disdik untuk mencari datanya, kemudian syaratnya seperti itu, baru kita daftarkan untuk ikuti beasiswa ini, Insya Allah beasiswa ini tepat sasaran," sebutnya.

Deden menambahkan, untuk tahun berikutnya, Kesra maksimalkan sosialisasi beasiswa 1000 guru sarjana, baik melalui media sosial Pemkab Kukar maupun lainnya. Sehingga target kuota 20 orang tercapai.

Sementara tujuan beasiswa tersebut, untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan Kukar sebagai IKN sehingga SDMnya harus ditingkatkan.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Kukar Saparudin Pabonglean memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, yang telah membuka beasiswa 1000 guru. Untuk mengoptimalkan beasiswa tersebut, perlu dilakukan sosialiasi kepada penerima manfaat, seperti mahasiswa, atau guru.

"Kita berharap, persyaratan beasiswa ini jangan dipersulit, jangan orang tertentu saja yang bisa mengakses, semua pihak harus bisa mengakses, sehingga beasiswa ini tepat sasaran," ujar Saparudin Pabonglean.(*riz)