Kembangkan Kreativitas Siswa Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek
Ady Suria Nata
GURU merupakan tenaga pendidik profesional
yang mendidik, mengajar suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian,
serta melakukan evaluasi kepada siswa. Dalam UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru
dan Dosen guru sebagai tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama
untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan
mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal
pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Jika kita sebagai guru hanya berfikir secara
sempit bahwa tugas guru hanya mengajar, maka itu adalah kurang tepat.
Jika peran seorang guru hanya terbatas hanya mengajar saja, maka lambat laun
guru akan punah dan digantikan oleh teknologi atau buku-buku pelajaran
yang dapat kita lihat hingga saat ini.
Jika kita menjadi guru ,maka kita memiliki
peran sangat penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang
berkualitas, secara intelektual maupun akhlaknya. Tugas dan tanggung jawab guru
sangat besar. Diantaranya tugas utama tersebut adalah mengajar, mendidik,
melatih keterampilan hidup, memberikan bimbingan dan arahan serta memberikan
inovasi.
Di era kemajuan digital saat ini guru
memiliki peran yang sangat penting, diantara peran guru tersebut antara lain
sebagai fasilitator, motivator, inspirator, mentor, pemantik imajinasi
kreativitas siswa, pengembang nilai karakter dan kinerja tim, serta memiliki
empati sosial.
Kurikulum merdeka merupakan program kurikulum
yang digencarkan oleh kemdibudristekdikti hadir untuk menanggulangi krisis
pembelajaran, sekaligus menciptakan generasi adaptif yang bisa menghadapi
perubahan zaman dengan kemandirian.
Sebenarnya model Project based learning sudah
lama kita kenal, namun seiring waktu kurikulum merdeka yang saat ini kita
terapkan mulai menggaungkan kembali model ini. Project based learning merupakan
tahap pendekatan yang digunakan dalam mencapai profil pelajar Pancasila pada
kurikulum merdeka. Di dalam Kurikulum merdeka ada kegiatan khusus dengan nama
projek penguatan profil pelajar Pancasila. Projek ini merupakan kegiatan khusus
di sekolah atau madrasah selain 3 kegiatan yaitu budaya sekolah/madrasah,
pembelajaran Intrakurikuler, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Project Based Learning (PBL) adalah pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok. (Goodman dan Stivers, 2010).
PBL dalam kurikulum merdeka selaras dengan
Implementasi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam bidang pendidikan, yaitu
metode among sebagai sistem pendidikan yang didasarkan azas kemerdekaan.
Bagaiana cara mendidik yang diterapkan adalah menyokong atau memberi tuntunan
siswa tumbuh dan berkembang atas kodratnya sendiri. Sistem among meletakkan
pendidikan sebagai alat dan syarat agar siswa hidup sendiri serta berguna bagi
masyarakat. Mendidik siswa menjadi manusia yang merdeka batinnya, merdeka
pikirannya, dan merdeka tenaganya.
pola pikir Ki Hadjar Dewantara, guru
merupakan abdi sang anak, abdi murid, bukan penguasa atas jiwa anak-anak.
Project based Learning menjadi salah satu metode untuk melatih jiwa gotong
royong serta berkolaborasi para pelajar Pancasila. Dalam PBL , guru
dituntut menjadi mentor dan fasilitator bagi keragaman siswa, mendiagnosa
potensi siswa, serta memberi pembelajaran yang sesuai tingkat pemahaman dan
capaian masing-masing. Langkah-langkah PBL adalah:
1. Orientasi Siswa pada Masalah
Guru menjelaskan kepada siswa tujuan
pembelajaran, menjelaskan perlengkapan atau alat yang dibutuhkan, dan
memberikan motivasi kepada siswa untuk aktif dalam memecahkan masalah yang
telah dipilih.
2. Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
Guru membantu siswa untu mendefinisikan dan
mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang dipilih.
3. Membimbing Penyelidikan Individual dan
Kelompok
Guru mendorong siswa dalam mengumpulkan
informasi yang sesuai dan melakukan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan
serta pemecahan masalah.
4. Menyajikan Hasil Karya
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan
menyiapkan bentuk laporan yang sesuai untuk menunjukan hasil penyelidikan.
Laporan dapat disusun dengan bentuk laporan tertulis, video, atau model yang
lainnya.
5. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses
Pemecahan Masalah
Langkah terakhir dalam penerapan atau
pelaksanakan model pembelajaran problem based learning, guru membantu siswa
untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan dan proses yang
sudah dilewati.
Hasil karya dari project based learning
merupakan bentuk kreativitas dari para peserta didik melalui proses dari
tahapan yang telah dilalui.
Sebagai pendidik sudah barang tentu kita
ingin melihat keberhasilan peserta didik kita mampu memahami bagaimana proses
yang berjalan dalam pelaksanaan PBL. Yang terpenting adalah peserta didik kita
bisa mendapatkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.(Penulis
adalah Guru di MTs Negeri 1 Kutai Kartanegara)