Pembangunan Konektivitas Antar Wilayah jadi Prioritas Kukar
Kepala
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wisnu Wardana
POSKOTAKALTIMBEWS.COM,
KUKAR-
Pembangunan infrastruktur dalam upaya untuk mengkonektivitaskan antar desa
maupun Kecamatan di Kukar menjaid fikus prioritas.
Pembangunan tersebut tersebar hampir di
seluruh Kecamatan di Kukar, yang tujuannya untuk mempermudah akses, sehingga
roda perekonomian berjalan dengan baik.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang (Kabid)
Pernecanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D) Bappeda Kukar Saiful
Bahri.
Ia mengatakan, prioritas pada 2023 yakni
berkaitan dengan konektivitas jalan, baik itu pembangunan, dan pemantapan badan
jalan. Hampir seluruh Kecamatan ada kegiatan konektivitas antar wilayah.
Diantaranya, Kecamatan Muara Muntai menghubungkan
Muara Wis, dengan rencana kegiatan akan dibangunkan jembatan dan pemantapan
inrastruktur jalan yang belum rampung.
"Di Kukar sekitar 60 persen infratruktur
jalanya belum mantap, yang jadi prioritas kita adalah wilayah wilayah yang
menjadi arus distribusi produksi pangan, akses kepariwisata, hal itu menjadi
kebijakan prioritas kita," kata Saiful Bahri kepada Poskotakaltimnews,
Rabu (5/10/2022).
Selain itu, ada juga konektivitas antar
wilayah di 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa
Kulu, Sebulu, dan Muara Kaman. Kelima Kecamatan tersebut juga telah ditetapkan
sebagai lokasi pertanian berbasis kawasan.
"Kebijakan tersebut terkait dengan
aksesbilitas masyarakat, untuk distribusi komoditas unggulannya, sehingga menjadi
prioritas juga," sebutnya.
Ia menyebutkan, konektivitas pembangunan
antar wilayah juga termasuk kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) 2021-2026, sehingga target penyelesaiannya pada 2026 mendatang.
"Kita lakukan pmbangunan, pemantapan
antar wilayah secara bertahap, sehingga semuanya bisa terkoneksi menuju Ibu
Kota Kecamatan dan Ibu Kota Kabupaten," jelasnya.
Menurutnya, konektivitas antar wilayah merupakan hal yang penting, untuk memudahkan masyarakat, khususnya dalam peningkatan nilai ekonomi masyarakat, sebab di setiap Kecamatan memiliki komoditas unggulan."Sehingga aksesnya kita tingkatkan,”ujarnya.
Sementara itu secara terpisah Kepala Dinas
Pekerjaan Umum (PU) Kukar Wisnu Wardana menuturkan, 5 Kecamatan yang menjadi
prioritas pembangunan koneksi antar wilayah, yakni di Kecamatan Tenggarong,
Tenggarong Seberang, Sebulu, Muara Kaman, dan Loa Kulu.
"Dalam hal ini kami membuat program
terkait sinkoronisasi, keterpaduan, dan keselarasan infrastruktur di seluruh
Kecamatan di Kukar," ucap Wisnu Wardana.
Pembangunan konektivitas antar wilayah di 5
Kecamatan tersebut, untuk menunjang sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi
kreatif. Dinas PU bersinergi dengan dinas terkait yakni Dinas Pertanian, dan
Dinas Pariwisata, untuk mencapai program tersebut.
"Nanti kawasan mana saja yang dipilih
untuk menunjang beberapa sektor tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan, sementara ini masih 5
Kecamatan yang diprioritaskan, kedepan bakal seluruh Kecamatan di Kukar untuk
jangka panjangnya, dan targetnya hingga 2026 mendatang.
Secara terpisah, Camat Tenggarong Sukono
menyebutkan, semua akses khususnya di Tenggarong telah terkoneksi, baik antar
desa atau Kelurahan, maupun antar Kecamatan. Koneksi antar desa dan Kecamatan
ada yang sudah dilakukan pembangunan, dan ada yang akan dilakukan pembangunan.
"Seperti desa Rapak Lambur menuju Senoni
sudah dilakukan pembangunan jalan, yang menghubungkan Kecamatan Tenggarong dan
Sebulu, kedepan bakal dilanjutkan," ungkap Sukono.
Kata Sukono, ada juga di Desa Rapak Lambur
menuju Bendang Raya yang akan dilakukan pembangunan sehingga antar wilayah terkoneksi.(*riz/adv)