Mahasiswa Merdeka Lakukan Kunjungan ke Situs Bersejarah Balikpapan
Kunjungan
ke situs-situs bersejarah Kota Balikpapan yang berada di wilayah PT Kilang
Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
BALIKPAPAN-
Para mahasiswa yang tergabung dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam
Negeri melakukan kunjungan ke situs-situs bersejarah Kota Balikpapan yang
berada di wilayah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan.
(Sabtu, 22/10). Program pertukaran mahasiswa ini merupakan inisiasi Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi dan dilaksanakan pada Semester
Gasal Tahun Akademik 2022/2023. Kunjungan difasilitasi oleh Institut Teknologi
Kalimantan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Modul
Nusantara ini diikuti oleh 20 mahasiswa yang berasal dari 16 Universitas di
Indonesia. Situs sejarah yang dikunjungi meliputi Rumah Cagar Budaya Dahor,
Tugu Australia dan monumen Sumur Mathilda. Para peserta terlihat antusias
mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami mengikuti program pertukaran mahasiswa
dan saat ini berkesempatan untuk mengunjungi tempat bersejarah yang ada di Kota
Balikpapan,” kata Hamdi Sholahudin (21), mahasiswa pertukaran yang berasal dari
Universitas Islam Nusantara Bandung.
Hamdi mengaku bahwa kegiatan seperti ini
merupakan kegiatan pertama kalinya ia lakukan. “Kesannya sangat berarti, karena
ini merupakan pertama kalinya kami mengikuti pertukaran mahasiswa khususnya ke
Kota Balikpapan dan ini menjadi wawasan baru tentang Pertamina, serta tentang
pemanfaatan energi yang berkembang pesat sebagai salah satu penyokong negara
kita,” kata Hamdi.
Antusias juga ditujukkan oleh peserta
lainnya. “Kami mengikuti pertukaran mahasiswa dari kampus merdeka. Salah satu
modulnya yaitu mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Balikpapan,” kata Desy
Fitrah Karim (19) mahasiswa pertukaran dari Universitas Halu Oleo Sulawesi
Tenggara.
Desy menjelaskan bahwa dalam program kampus
merdeka yang mereka lakukan, terdapat modul yang berisikan tentang kunjungan ke
tempat-tempat bersejarah. Dia juga sangat bersyukur karena berkesempatan untuk
belajar sejarah perminyakan di Kota Balikpapan.
“Saya sangat bersyukur bisa berada disini
sehingga tahu banyak hal seperti perminyakan, sejarah Kota Balikpapan sebagai
kota Minyak, bahkan sampai monumen-monumen yang ada di Kota Balikpapan,” kata
Desy.
Di tempat terpisah, Area Manager
Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan Ely Chandra
Peranginangin menyampaikan bahwa sejarah Kota Balikpapan memang tidak dapat
dipisahkan dari perkembangan industri perminyakan. "Penyebutan Kota
Balikpapan sebagai Kota Minyak tentunya tidak dapat dilepaskan dari sejarah
pertumbuhan dan perkembangan Kota Balikpapan," kata Chandra.
Sebagai bahan pembelajaran kepada generasi
muda termasuk dunia pendidikan, situs-situs bersejarah itu saat ini dirawat dan
dikelola oleh PT KPI Unit Balikpapan. "Kami menyambut baik kunjungan ini,
apalagi pesertanya berasal dari berbagai kampus di Indonesia. Para mahasiswa
tersebut kebanyakan berasal dari daerah yang tidak ada industri perminyakannya.
Kondisi yang mungkin saja berbeda dengan Kota Balikpapan," jelasnya.
Untuk itu Chandra berharap, kunjungan ini
dapat memberikan pengetahuan baru bagi para mahasiswa yang hadir. "Semoga
kehadiran para mahasiswa ini semakin memperluas informasi terkait dengan
sejarah dan perkembangan Kota Balikpapan, dan tentunya dapat mendukung
operasional Pertamina sebagai salah satu objek vital nasional," harap
Chandra.
Senada dengan hal tersebut, Relawan Pengelola
Rumah Cagar Budaya Dahor Rudiansjah mengatakan keberadaan Rumah Dahor akan
semakin menarik dimasa depan. “Balikpapan ini ke depan akan menjadi tempat
tujuan wisata, oleh karena itu tempat-tempat bersejarah sebagai salah satu
destinasi wisata dan edukasi perlu dijaga,” tutup Rudiansjah.(mid)