Baharuddin Demmu Perdana Gelar Sosbang di Dusun Citra Muara Badak
Baharuddin
Demmu menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) perdana di Dusun
Citra, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR
-
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kaltim Baharuddin Demmu menggelar Sosialisasi
Wawasan Kebangsaan (Sosbang) perdana di Dusun Citra, Desa Tanjung Limau,
Kecamatan Muara Badak Kukar, Sabtu (29/10/2022).
Hadir dalam kegiatan tersebut narasumber
Kasium Polsek Muara Badak, Ipda Abdul Kohar, juga dihadiri tokoh masyarakat
Dusun Citra Desa Tanjung Limau.
Menurut Politisi PAN tersebut, sosialisasi
ini menjelaskan 4 pilar yang menjadi konsensus bangsa kita yakni Pancasila, UUD
1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Wawasan kebangsaan ini lanjutnya, penting
disosialisasikan kepada masyarakat. Sampai ke desa-desa. Yang akhirnya untuk
menjaga kesatuan dan persatuan kita. Ditengah kemajemukan bangsa kita.
"Dari diskusi ini, ternyata ada rakyat
kita yang masih belum menerima pancasila. Sampai merusak hubungan rumah
tangganya. Masuk dilaporan polisi. Ini menjadi pelajaran dan tantangan kita.
Bagaimana memberikan pemahaman yang baik. Sebagai wakil rakyat, dalam
menjalankan tugas dan memperjuangkan aspirasi, saya selalu berlandaskan pada
nilai-nilai pancasila. Saya mengajak kepada kita semua, tak hanya menghafal,
tapi menanamkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari kita, "
terang Bahar sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, dasar kegiatan ini salah
satunya dari UUD 1945 Pasal 27 Ayat 3, yang berbunyi setiap warga negara berhak
dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara, dan agenda kedewanan masa
sidang III Tahun 2022.
"Kegiatan Sosbang ini salah satu
tanggung jawab DPRD Kaltim dalam rangka membangun landasan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terdiri dari landasan ideologi
Pancasila, Konstitusi, persatuan dan kesatuan serta semangat keberagaman
sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia dan pembangunan di
daerah, " paparnya.
Ia menambahkan, bela negara diperlukan karena
adanya ancaman yaitu, setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun
luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah
Negara dan keselamatan bangsa.
"Tujuan
sosialisasi ini lanjutnya, sebagai upaya mewujudkan nasionalisme yang tinggi
dari segala aspek kehidupan masyarakat Kaltim yang mengutamakan kepentingan
nasional dari pada kepentingan perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa atau
daerah. Dan tentunya mewujudkan Negara Indonesia yang memiliki tekad, sikap dan
tindakan yang teratur, menyeluruh, terpadu dan guna meniadakan setiap ancaman,
baik dari luar maupun dari dalam Negeri yang membahayakan kemerdekaan dan
kedaulatan NKRI serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, " tutupnya.(adv)