Wabup Kasmidi Bagikan Bantuan 300 Unit Mesin konversi BBM ke BBG

img

Penyerahan bantuan mesin konversi BBM ke BBG

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim membagikan bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) kepada 300 nelayan di Kutim. 

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang kepada  nelayan yang ada di Kutim.

“Program konversi BBM ke BBG ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG 3 Kilogram untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan,” kata Wabup Kasmidi.

Kegiatan ini merupakan program yang langsung dihibahkan ke penerimanya.

Wabup Kasmidi berbahagia, Kutim menjadi bagian yang menerima dari program ini. Pasalnya, di Kaltim hanya ada 3 kabupaten atau kota yang mendapatkan program ini.

"Alhamdulillah, dan terimakasih kepada DPR RI dapil Kaltim yang sudah memperjuangkan program ini," tutur Wabup Kasmidi.

Wabup Kutim Kasmidi meminta agar nelayan menjaga dengan baik bantuan mesin kapal yang telah diberikan dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Ia berharap agar nelayan banyak mengambil manfaat dari program ini.

"Semoga nelayan lebih sejahtera dan mendapat manfaat dari kegiatan ini," terangnya.

Program konversi BBM ke BBG untuk nelayan adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. Pemilihan LPG sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah dikenal di masyarakat, kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama untuk motor berdaya rendah, serta ramah lingkungan.

“BBM ke BBG juga memberikan kemudahan akses energi dimana nelayan diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan. Perekonomian nelayan terdampak karena dapat mengurangi biaya operasional sampai dengan 30 – 50 persen dibandingkan dengan penggunaan BBM,” terang pria kelahiran Sangatta, 31 Desember 1976 ini.

Mengingat selain lebih hemat daripada BBM, hasil pembakaran gas juga lebih bersih.

Nelayan yang menjadi sasaran menerima bantuan tersebut telah ditetapkan pemerintah. Kriteria mereke yakni nelayan pemilik kapal kurang dari 5 Gross Ton (GT) dengan berbahan bakar kapal bensin serta memiliki daya mesin 13 HP.(ADV)