Wabup Kasmidi Getol Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Wabup Kasmidi Getol Bulang
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, SANGATTA- Sektor perikanan dan kelautan Kutim mempunyai potensi sangat besar. Luas perairan lautnya mencapai 0–4 mil atau sekitar 2.641 km2.
Potensi daerah yang mempunyai kawasan pesisir dan laut dapat dioptimalkan oleh para nelayan. Berbagai cara dilakukan pemkab Kutim untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pemkab Kutim melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim membagikan bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) kepada 300 nelayan di Kutim.
Nelayan yang menjadi sasaran menerima bantuan tersebut telah ditetapkan pemerintah. Kriteria mereke yakni nelayan pemilik kapal kurang dari 5 Gross Ton (GT) dengan berbahan bakar kapal bensin serta memiliki daya mesin 13 HP.
Secara simbolis, Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menyerahkan kepada perwakilan nelayan. Acara pembukaan sosialisasi dan penyerahan bantuan Konvensi BBM ke BBG untuk 300 Nelayan digelar di BPU Sangatta Utara, Kamis (17/11/2022).
Dalam sambutanya, Wabup Kasmidi berbahagia, Kutim menjadi bagian yang menerima dari program ini. Pasalnya, di Kaltim hanya ada 3 kabupaten atau kota yang mendapatkan program ini.
"Alhamdulillah, dan terimakasih kepada DPR RI dapil Kaltim yang sudah memperjuangkan program ini," tutur Wabup Kasmidi.
Kegiatan ini merupakan program yang langsung dihibahkan ke penerimanya.
Pria kelahiran Sangatta, 31 Desember 1976 ini meminta agar nelayan menjaga dengan baik bantuan mesin kapal yang telah diberikan dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Ia berharap agar nelayan banyak mengambil manfaat dari program ini.
"Kutai Timur ini luar biasa potensi lautnya. Semoga nelayan lebih sejahtera dan mendapat manfaat dari kegiatan ini," terangnya.
Program konversi BBM ke BBG untuk nelayan adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. Pemilihan LPG sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah dikenal di masyarakat, kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama untuk motor berdaya rendah, serta ramah lingkungan.
“BBM ke BBG juga memberikan kemudahan akses energi dimana nelayan diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan. Perekonomian nelayan terdampak karena dapat mengurangi biaya operasional sampai dengan 30 – 50 persen dibandingkan dengan penggunaan BBM,” terangnya.
“Program konversi BBM ke BBG ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG 3 Kilogram untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan,” sambungnya.(ADV)