Tari Leang Belhok Pukau Juri Tari Nasional
Tari
Leang Belhok dari Borneo Etnika yang berhasil menyabet peringkat 1 dalam.ajang
Balikpapan Manuntung Art Fest 2022 di BSCC Dome Balikpapan.
PERPADUAN gerak tari,
aransemen musik dan vokal, tampil demikian menawan saat Kelompok tari Borneo
Etnika dari Samarinda, menunjukkan kebolehannya dalam pentas tari nasional,
yang digelar Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) dalam ajang Balikpapan Manuntung
Art Fest 2022, di BSCC Dome Balikpapan 21-23 Desember 2022 dan berhasil meraih
urutan pertama dalam lomba tari nusantara itu.
Gerakan penari Borneo Etnika demikian ritmis,
serta vokal Lisda yang khas dan tinggi, menambah suasana semakin terasa
menyentuh.
Penata tari Leang Belhok, Agus Setiaji, mampu
membawa membangun gerak tari dan musik, demikian padunya. Perubahan gerak
penari terlihat menawan dan mampu mengisi luas panggung dengan tepat, cepat,
dan berjalan mulus. Agus Setiaji sebagai penata tari mengetahui kemampua penarinya dan menempatkan penarinya pada
posisi yang tepat, sehingga perubahan gerak dalam tari yang memerlukan
konsentrasi penuh mampu dibawakan dengan ciamik dan membuat penonton terpukau,
demikian juga denga dewan Juri yang
terdiri dari Andi Abu Bakar dari Sulsel, Norhasanah dari IKJ Jakarta serta
Mawar dari Balikpapan, menobatkan Borneo Etnika sebagai peringkat pertama dalam
lomba tari nusantara.
Dilihat dari proses kreatif Agus Setiaji yang
boleh dikatakan masih muda, kemampuan dalam mencipta tari, membawa angin segar
dan bukan tidak mungkin, Agus bisa menjadi salah satu koreografer yang akan
bisa menggantikan Almarhum Zailani Idris ( Penata tari asal Kutai Kartanegara)
yang sudah diakui sebagai penata tari nasional.
Keberhasilan Borneo Etnika menyabet juara,
tidak lepas dari perjuangan panjang, terlebih lagi Borneo Etnika yang berdiri
sejak tahun 2008, dan sudah melanglang di berbagai lomba serta penampilan tari,
termasuk mendukung pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) Kaltim.2022 lalu
di Stadion Segiri.
Kerja keras dan terus melakukan latihan tak
kenal lelah, adalah modal utama penari dalam mengasah kelenturan tubuh,
sehingga saat tampil dalam menari, penari-penari yang tergabung dalam Borneo
Etnika selalu siap, demikian juga dengan pemusik pengiring, harus terus
berkreasi.
Keberhasilan kelompok tari Samarinda dalam ajang BMAF 2022 di Balikpapan, hendaknya juga menjadi perhatian pihak pemerintah kota Samarinda, untuk memperhatikan keberadaan dan perkembangan kesenian yang ada di Samarinda, karena biar bagaimanapun membawa nama Pemkot Samarinda. Selamat untuk Borneo Etnika, Telabang dan Sanggar D Art Dance yang berhasil meraih peringkat 1, dua dan tiga dalam BMAF 2022 di Balikpapan. (hoesin kh)