Salehuddin Ditetapkan jadi Anggota Banggar DPRD Kaltim Menggantikan Hasanuddin Mas'ud
Salehuddin
SSos, Sfil
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR- Surat Keputusan DPRD
provinsi Kaltim Nomor 03 Tahun 2023 tentang Perubahan Lampiran Surat Keputusan
DPRD provinsi Kaltim Nomor 09 tahun 2022 tentang Penetapan Pimpinan Dan Keanggotaan
Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Timur dari Fraksi
Golongan Karya DPRD Kaltim, telah menetapkan anggota DPRD provinsi Kaltim
Salehuddin, S.Sos, S.Fil, M.AP sebagai anggota Badan Anggaran.
Salehuddin menempati posisi Banggar yang
semula ditempati Hasanuddin Mas'ud yang sekarang menjabat Ketua DPRD Kaltim.
"Jadi karena pak Hasanuddin Mas'ud
ketika dia diangkat menjadi Ketua DPRD Kaltim maka otomatis menjadi Ketua
Banggar, nah untuk mengisi posisi yang kosong, saya yang mengisinya sebagai
anggota Banggar, " ujar Salehuddin.
Politisi Golkar tersebut mengaku, saat ini
karena dirinya baru masuk di Banggar
maka secara administrasi jika ada agenda terkait saya juga dilibatkan.
"Yang pasti kita akan mengevaluasi di
Banggar terutama program dan realisasi kegiatan provinsi Kaltim, karena ada
beberapa perangkat daerah yang tidak melaksanakan realisasi dengan baik, "
imbuhnya.
Ia mencontohkan, di Dinas Pendidikan Kaltim
dengan realisasi maksimalnya di angka 74 persen, sementara untuk pendidikan
menjadi kewajiban pemerintah Provinsi maupun DPRD untuk menganggarkan sesuai
mandatory spanding 20 persen.
"Nah disayangkan kalau realisasinya
hanya 74 persen, artinya ada sekitar 20 persen lebih itu tidak diserap atau
direalisasikan, sementara kalau bicara pendidikan sebenarnya di provinsi Kaltim
kita butuh sarana dan prasarana, akses ke sekolahan kemudian bagaimana
meningkatkan uji kompetensi guru dan lainnya, kalau sampai 20 persen lebih
sisanya ini tidak terserap sangat disayangkan, itu baru di Dinas Pendidikan
belum lagi kita berbicara OPD atau Dinas yang lainnya, " jelas Salehuddin.
Maka Salehuddin memastikan, dari awal ini
kita harap sudah ada proses percepatan terkait belanja-belanja langsung yang
memang harus bersentuhan dengan masyarakat, sesuai dengan visi misi Gubernur
Kaltim jangan sampai proses perencanaan yang sudah kita matangkan, pembahasan
KUA-PPAS juga sudah kita matangkan tapi tiba-tiba pada proses eksekusinya justru
diluar dari ekspektasi kita.
"Dan akhirnya tujuan visi misi rencana
strategi dimasing-masing OPD tidak tercapai otomatis ini menjadi evaluasi
bersama, jangan sampai ini bisa terjadi lagi, " tutupnya.(pk/adv)