Antisipasi Resesi Ekonomi, Pemkab Kukar Harus Lakukan Penguatan Semua Sektor
Rektor Unikarta Prof Ince Raden
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUKAR-
Berkaitan dengan resesi ekonomi yang berdasarkan dari ramalan dana moneter
(IMF), yang menyebutkan bahwa sepertiga dunia alami resesi ekonomi 2023 ini,
sementara Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo meminta semua pihak,
untuk turut meningkatkan kewaspadaan.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas
Kutai Kartanegara (Unikarta) Prof Ince Raden mengatakan, dalam mengantisipasi
perkembangan global tahun ini, pemerintah daerah harus melakukan penguatan di
berbagai sektor baik pertanian, ekonomi, maupun lainnya.
Sehingga tidak terjadi krisis global di Kukar
khususnya. Menurutnya, jika ditinjau sektor pertanian, khususnya padi beras
dari tahun ke tahun alami penurunan, yang disebabkan karena jumlah petani
semakin berkurang, hingga fasilitas sarana dan prasarana yang belum memadai.
"Tapi secara umum untuk ketahanan pangannya
di Kukar cukup banyak, khususnya pertanian dalam arti luas," kata Raden
Ince kepada Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Rabu (22/2/2023)
Selain itu, sektor perekonomian masyarakat
juga dilakukan penguatan, diantaranya penguatan terhadap pelaku UMKM, Koperasi,
Bumdes, khususnya di Tenggarong Kota Raja telah menjamur pelaku UMKM.
"Dari data data yang disampaikan di
laporan pengendalian dan evaluasi RKPD triwulan IV 2022 perkembangan ekonomi
kita cukup baik," ungkapnya
Harapannya, dengan penguatan yang diberikan
oleh pemerintah daerah baik sektor pertanian, maupun ekonomi masyarakat bisa
stabil. Pertumbuhan ekonomi Kukar tetap terjaga, ditunjukan dengan pertumbuhan
ekonomi yang mencapai sekitar 2,6 persen.
"Kami berharap pemerintah daerah selalu
mendorong dan memberikan penguatan terhadap semua sektor. Artinya Kukar ini,
memiliki komuditas unggulan, baik dibahan pangan, industri, jasa kontruksi, dan
lainnya," tuturnya
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM
Kukar H Tajjudin menuturkan, pemerintah daerah terus melakukan penguatan
terhadap pelaku UMKM. Sesuai dengan amanat Bupati, saat ini pemerintah daerah
fokus untuk meningkatkan UMKM Kukar, dalam rangka penumbuhan ekonomi.
"Bagaimana meningkatkan daya saing,
produksi, hingga pemasarannya. Kami juga bersinergi dengan berbagai pihak
sebagai terobosan, dan bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM," ucap H
Tajjudin.
Pemerintah daerah melakukan pelatihan
pelatihan bagi para pelaku UMKM Kukar, dan memberikan peralatan dalam mendukung
produktivitas pelaku UMKM.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan
penguatan dipermodalan, apabila pelaku UMKM alami kendala dipermodalan, dalam
hal ini pemerintah daerah telah menyiapkan solusinya.
"Untuk penguatan dipermodalan, kami
memiliki program Kredit Kukar Idaman, pelaku UMKM bisa mengatasi hal tersebut
dengan meminjam uang di Bankaltimtara, dan prosesnya juga mudah," sebutnya
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM
Kukar, jumlah UMKM Kukar hingga akhir 2022 lalu sekitar 66 ribu. Harapannya
pelaku UMKM Kukar terus semangat, kreatif, inovasi, dalam menjalankan usahanya,
serti tingkatkan kualitas dan kapasitas.
Secara terpisah, Praktisi UMKM/Owner Setia
Group Indonesia Muhammad Adil Hidayat mengapresiasi dengan program pemerintah
dalam mendukung pelaku UMKM Kukar, seperti mengadakan pelatihan, penguatan
dipermodalan, dan lainnya.
"Namun yang diharapkan oleh pelaku UMKM
dengan program pemerintah ini harus tepat sasaran, artinya dalam memutuskan
sebuah program, harus terlebih dahulu diriset, sehingga apa yang dibutuhkan
oleh pelaku UMKM, bisa difasilitasi oleh pemerintah," ujar Muhammad Adil
Hidayat
Menurutnya, mengadakan pelatihan itu penting,
namun dilihat dulu pelatihan apa yang dilakukan, semua dilakukan dari dasar,
tidak ujuk ujuk mengadakan pelatihan packeging, sementara produknya yang ingin
dijual ini seperti apa.
Kata dia, solusinya agar program pemerintah
tepat sasaran terhadap pelaku UMKM ialah, pemerintah daerah bisa melibatkan
sejumlah pelaku UMKM Kukar, sehingga ada masukan masukan terkait dengan kondisi
di lapangan.
"Kami berharap, pemerintah daerah
melibatkan kami untuk diskusi, mengenai program apa yang bagus untuk di
lapangan," tutupnya.(riz)