Wagub: Peran Tomas dan Toga Mengatasi Panic Buying
Hadi Mulyadi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Menjelang bulan suci Ramadan maupun pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, Waki Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi meminta kepada tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh
agama (Toga) untuk berperan memberikan ketenangan kepada masyarakat agar tidak
terjadi panic buying atau berbelanja
berlebihan.
“Kadang-kadang menjelang bulan suci Ramadan
ada informasi yang hoax, akhirnya masyarakat menyerbu pasar untuk berbelanja
kebutuhan, padahal tidak apa-apa, tetapi dampak dari itu menimbulkan inflasi,
dan ini harus diantisipasi, oleh karena itu peran Tomas dan Toga sangat penting
untuk memberikan ketenangan kepada
masyarakat agar tidak panic buying,” pesan Hadi Mulyadi pada saat membuka Rapat High Level Meeting Tim pengendalian
inflasi Daerah, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, belum lama ini.
Hadi Mulyadi menambahkan, Pemprov Kaltim mengajak tokoh masyarakat dan tokoh
agama dapat memberikan ketenangan dan pemahaman
di tengah masyarakat agar menjelang hari besar keagamaan seperti menjelang
bulan suci Ramadan ini, hendaknya mampu
berperan dalam mengatasi panic buying.
“Tomas dan Toga bisa mengambil langkah-langkah strategis
yaitu memberikan imbauan kepada masyarakat,
untuk bersikap tenang dan berbelanja sesuai porsi dan kebutuhannya saja,”
tandasnya.
selain itu, mantan Legislator Karang paci dan
Senayan itu mengatakan atas nama Pemprov
Kaltim mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh tim pengendalian inflasi provinsi dan
kabupaten kota, Satgas pangan Kaltim,
bulog, pertamina, termasuk TNI/Polri untuk mendetiksi masalah-masalah
pertahanan dan keamanan yang menimbulkan gejolak perekonomian.
“Terima kasih kepada TIN/Polri yang secara kontinyu memberikan informasi,
sehingga sedini mungkin bisa kita antisipasi hal-hal yang dapat menimbulkan
inflasi di daerah, termasuk dinas instansi dan lembaga terkait
lainnya, yang turut memberikan andil dalam kelancaran pertimbuhan
perekonomian di Kaltim,” ujarnya.
Hadi Mulyadi juga menegaskan,
berdasarkan hasil laporan BSP Kaltim, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan
Disperindagkop dan UKM Kaltim, ketersediaan pasokan komoditi
pangan di Kaltim, diperkirakan cukup aman sampai dua, tiga bulan
kedepan.
“Dalam menyambut Bulan Suci Ramadan dan hari Raya Idul Fitri,
ketersediaan komoditi pangan kita aman, dan tercukupi dua sampai tiga bulan
kedepan, oleh karena itu kita harapkan
kepada seluruh masyarakat Kaltim tidak perlu khawatir, dan jangan panic buying
atau membeli kebutuhan secara berlebihan,” tegas Hadi Mulyadi (mar)