Pekerja Perkebunan Sawit Plasma Laba Sari Tuntut Keadilan
Ilustrasi kebun sawit
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Ketua Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesi 1992 (DPP SBSI 1992)
Kabupaten Berau, Yusran S.Pd mengatakan terkait ketidak adilan yang diterima
oleh para buruh Sawit Plasma Laba Sari yang berada di Labanan.
Pernyataan Yusran mencerminkan keserakahan
Perusahaan tanpa mementingkan kesejahteraan para buruh.
Yusran menjelaskan, mengenai target brondolan
kelapa sawit yang di minta perusaahan sangatlah tinnggi dan tidak sesuai dengan
tenaga pekerja, perusahaan menargetkan 83 dan 93 brondolan sawit kepada pekerja
dengan waktu dari pagi hingga jam 2 siang, lewat dari jam 2 termasuk hitungan
lembur.
“Target perhari 83 dan 93 brondolan sawit
dari pagi sampai jam 2, lebih dari jam 2
dihitungnya lembur . Tapi nyatanya kami kerja untuk memenuhi target pasti lebih
dari jam 2 bisa sampai jam 4 dan tidak pernah dihitung lembur, kalau kurang
target basic kami dipotong,” ucap Yusran.
Selain menuntut soal target, buruh Plasma
Laba Sari juga mengeluhkan terkait mereka yang tinggal di barak atau mess.
Yusran mengaku para buruh yang tinggal di barak tidak mendapatkan fasilitas
yang selayaknya.
“Masalah lampu, nyala hanya dari jam 5 sore sampai
dengan jam 7 pagi padahal lampu termasuk kebutuhan sehari hari, air juga gitu
kami sering kekurangan air sampai buat masak aja susah,” ujaranya.
Yusran juga mengatakan mengenai fasilitas kesehatan minim di sektor perkebunan sawit. Padahal, fasilitas kesehatan sangat penting untuk memberikan pertolongan pertama bagi buruh yang mengalami kecelakaan kerja.“Sebisa mungkin saya akan memperjuangkan hak-hak kami,”ujarnya. (sep/ima)