Permudah Akses Warga, Pemkab Kukar Bangun Lima Jembatan Tahun Ini

img

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wisnu Wardana

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi salah satu focus prioritas bagi Pemerintah Kutai Kartanegara untuk direalisasikan. Selain infrastruktur jalan, pembangunan jembatan jadi program yang bakal direalisasikan tahun ini.

Pemkab Kukar bakal membangun lima jembatan penghubung antar kecamatan, dan antar kecamatan ke desa, ini sebagai komitmen nyata pemerintah untuk memudahkan akses serta meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wisnu Wardana didampingi Kabid Bina Marga Restu Irawan mengatakan, alokasi anggaran untuk 5 pembangunan jembatan tersebut sekitar Rp. 35 Milliar. Lokasi pembangunan jembatan tersebut berada di Kecamatan Muara Wis, Kenohan, Muara Jawa, Loa Janan, dan Kembang Janggut.

"Jembatan itu penghubung antar Kecamatan, penghubung antar kecamatan dan desa. Tahun ini kita fokus ke jembatan dulu, setelah itu nanti jalan jalannya," kata Wisnu Wardana kepada Poskotakaltimnews, Kamis (13/4/2023).

Menurutnya, ketika sudah ada jembatan  akses akan mudah, baik itu mengangkut material maupun lainnya. Selama ini akses mereka hanya jalan tanah, dan menggunakan ces.

"Kalau beban kecil bisa saja menggunakan ces, tapi kalau beban berat harus jembatan. Jembatan ini sangat penting," ungkapnya

Ia menyebutkan, pengerjaan fisik dilakukan sekitar akhir April atau awal Mei 2023. Saat ini progresnya akan berkontrak, sementara estimasi penyelesaian sekitar Oktober 2023.

"Pembangunan jembatan ini permanen menggunakan baja, dengan panjang sekitar 30-40 meter, type A atau B," jelasnya

Sementara itu dikonfirmasi terpisah Camat Muara Wis Fadli Anur menuturkan, pembangunan jembatan tahun ini berlokasi di Desa Sebamban. Jembatan tersebut penghubung antar Kecamatan dan 2 desa yakni Desa Sebamban, dan Melintang.

"Akses jembatan ini juga menghubungkan antar Kecamatan Muara Wis dan Muara Muntai. Untuk sementara ini masyarakat menggunakan jembatan kayu," ucap Fadli Anur

Kata dia, jembatan yang ada saat ini kecil, sangat dikhawatirkan ketika mobil bermuatan berat yang melintas. Maka dari itu jembatan permanen ini sangat dibutuhkan, agar akses bisa berjalan lancar.

"Jika sudah ada jembatan permanen yang kokoh, tentunya tidak ada rasa khawatir ketika melintasi sungai. Kalau jembatan yang sekarang takut roboh," tuturnya.

Dirinya berharap, dengan dibangunnya jembatan, bisa memberi rasa aman kepada masyarakat, dan memudahkan akses masyarakat yang melintas.(adv/riz)