RKPD Bukan Sekedar Menyusun Sebuah Rencana,Harus Ada Output dan Outcome yang Dihasilkan
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Sekretaris
Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni
menegaskan di dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah ini, agar RKPD
bukan sekedar kewajiban untuk menyusun sebuah rencana, tetapi output dan
outcome yang akan dihasilkan benar-benar
adalah sebuah komitmen untuk menumbuhkan diversifikasi ekonomi menuju
transformasi ekonomi.
Dikatakan, mungkin selama 3 tahun bicaranya menuju transformasi ekonomi, yang
percepatan transformasi ekonomi itu apa saja yang harus kita siapkan, apa saja yang harus kita investasikan dari
sekarang, dan saat ini APBD Kaltim dari tahun ke tahun
meningkat, tahun depan kita proyeksikan
APBD Kaltim itu hampir Rp 20 triliun (Rp19, triliun lebih), sampai 2026 akan
melampaui Rp20 triliun.
“Pertanyaannya Kaltim mau berinvestasi apa dengan APBD sebesar
ini, kita mendapat pendapatan dari pajak
BBM yang tinggi karena harga yang baik, kita dapat royalty, dapat bagi hasil karena harga minyak
yang baik, kalau misalnya tidak terjadi
krisis lagi di negara lain, harga-harga turun akan mempengaruhi pendapatan kita
meskipun 54% pendapatan kita sudah bersumber dari pendapatan asli daerah, jadi posisinya lebih besar pendapatan asli
daerah dibandingkan dengan penerimaan
dari dana transfer yang biasanya menjadi tulang punggung ABPD,” papar Sri Wahyuni saat membuka Pra
Musrenbang RKPD Kaltim tahun 2024, di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Rabu
(12/4/2023).
tentu
ini menjadi pertanyaan besar, lanjut Sri Wahyuni, dengan dana yang besar ini juga harus bijak,
sebagaimana Kaltim memiliki pendapatan, dan
pendapatan itu akan
diinvestasikan ke mana, supaya
pendapatan itu tidak habis sebagai
belanja habis pakai, tapi dia meninggalkan jejak outcame,
meninggalkan manfaat yang berkelanjutan ke depan. Itulah mengapa isu
transformasi ekonomi menjadi sangat penting,
“Terkait dengan ini, tentu kita berharap
bahwa kebijakan untuk penguatan transformasi ekonomi tidak hanya dilakukan
dilingkungan Pemprov Kaltim, tetapi kita juga mendorong Pemerintah kabupaten
kota juga mengalokasikan sumber
daya, memperhatikan setiap perencanaan
pembangunan untuk percepatan transformasi ekonomi ini di wilayahnya
masing-masing.” tegas
Terkait dengan transformasi ekonomi, lanjut
Sri Wahyuni, juga tentu ada beberapa
kebijakan yang akan disesuaikan dengan tematik ini, misalnya terkait dengan bantuan keuangan hibah
dan bansos, ini akan di siapkan menu-menu
yang akan menopang penguatan transformasi ekonomi, penguatan infrastruktur
wilayah, termasuk juga juga peningkatan
SDM.
“Jadi kita harus konsisten, jangan sampai nanti demi memenuhi kebutuhan
kabupaten kota menyebabkan kita tidak konsisten dengan tema dari RKPD yang kita
usung pada kesempatan ini, dan ini harus
dimaklumi, dan mungkin ada porsi kebutuhan yang nanti bisa dialokasikan
lewat perangkat daerah, tetapi ada
memang kebijakan mandatory dari Pemprov Kaltim dari APBD yang dialokasikan
untuk merealisasikan tema dalam RKPD ini, dengan pengalokasian anggaran ini
sekali lagi kita harapkan teman-teman dari kabupaten kota bisa melakukan
sinergi yang baik dalam RKPD ini,” pesan
Sri Wahyuni.(mar