Pemkab Berau Dukung Peningkatan Kualitas Beras Lokal Produksi Kampung Buyung-buyung

img

Kawasan persawahan di Kampung Buyung-buyung

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau mendukung peningkatan kualitas beras lokal yang ada di wilayah Kabupaten Berau, khususnya produksi Kampung Buyung-Buyung Kecamatan Tabalar. Wilayah tersebut  merupakan penyuplai beras lokal terbanyak.

Pemkab Berau  terus melakukan perbaikan jalan usaha tani di wilayah Kampung Buyung-buyung tersebut .

Menurut penjelasan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Junaidi upaya mendukung  meningkatkan  kualitas beras lokal terus diupayakan dengan memberikan fasilitas mesin giling padi dan juga akan mengusulkan pengadaan dryer untuk mempermudah pengeringan padi.

“Mengusulkan pengadaan dryer untuk beberapa gabungan kelompok tani kami nilai sangat tepat dalam upaya mendongkrak kualitas beras. Adanya mesin dryer ini juga bisa mempermudah pengeringan padi  sehingga petani bisa menghasilkan  beras lokal yang berkualitas tinggi,”jelas Juniadi baru-baru ini diruang kerjanya.

Pihaknya juga berharap dengan diberikannya fasilitas tersebut, petani mampu memaksimalkan kualitas beras lokal yang ada diKabupaten Berau, serta dapat memperluas cetak sawah.

”Ini harapan mendasar ingin kita upayakan sehingga kualitas beras local kita tidak kalah bersaing dengan beras luar,”tandasnya lagi.

Keberadaan Kampung Buyung-buyung Kecamatan Tabalar saat ini merupakan lumbung padinya beras local Kabupaten Berau penyuplai utama diberlakukannya sejak akhir bulan April 2022 lalu Program Pemkab Berau agar  ASN mengkonsumsi beras local .

Tekhnis pelaksanaannya dilapangan  dibuat Memorandum of Understanding (MoU) pada bulan Maret 2022 dengan 3 jenis MoU yaitu Petani dengan BULOG, BULOG dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang diwakili Bupati Berau dan BULOG dengan Korpri .

Wakil Rakyat Bumi Batiwakkal Berau juga mendukung Kampung Buyung-Buyung  dapat memproduksi padi berteknologi canggih.

Seperti disampaikan Sakirman anggota DPRD Berau Komisi III  Bidang Pembangunan ,bahwasanya  dalam 2 tahun ini melalui angggaran Pokok Pikiran (Pokir) terfokus mendukung berbagai sarana-prasana penunjang mewujudkan kegiatan pertanian berbasis teknologi tersebut.    

“Seperti tahun tadi direalisasikannya gedung pertanian tidak hanya  bisa menjadi gudang  tapi juga  lumbung padi,”ujar Sakirman baru-baru ini dikantor dewan Jl Gatot Subroto. Pada tahun 2023 ini juga tambahnya, sudah menganggarkan mesin penggiling padinya, lantai jemur, mesin   panenya, hand traktorya.”Termasuk tahun ini juga saya sudah anggarkan drown penanam padi dengan anggaran cukup besar sekitar 500 juta, harapan saya jangan lagi pengelolaannya manual lagi seperti penjemuran dan penggilingannya,”tukas Sakirman seraya menyampaikan bahwasanya untuk kualitas beras sudah bagus akan tetapi lebih baik bisa ditingkatkan lebih bagus lagi kedepannya. (sep/advetorial)