Bupati Berau: Kampung Harus Punya Website untuk Promosi Keunggulan Kampungnya
Bupati
terima penghargaan keberhasilan Kampung Sumber Agung
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Diera digitalisasi seperti saat ini sudah saatnya semua Kampung sudah
melengkapi dirinya dengan punya Website. Keberadaan website yang akan
mempromosikan semua keunggulan-keunggulan yang dimilki kampung agar
dikenal dimasyarakat luas dari
keunggulan yang dimilikinya.
“Harus punya Website yang akan mempromosikan
keunggulan kampung masing-masing itu yang harus dimiliki oleh kampung-kampung
yang ingin berprestasi” ujar Bupati Sri Juniarsih saat dikonfirrmasi baru-baru
ini.
Himbauan itu bukan tidak mendasar jelas
Bupati Sri Juniarsih lagi, melihat keberhasilan beberapa kampung berprestasi
baik di Tingkat Propinsi dan Kabupaten , karena bisa memanfaatkan program
digitalisasi.seperti keberhasilan
kampung Kayu Indah sebagai juara 1 posyandu ditingkat Provinsi
Kalimantan Timur dan juga Kepada Kampung Sumber Agung sebagai juara 1 tingkat
nasional merupakan suatu kebanggaan tidak hanya bagi Kecamatan Batu Putih tapi
juga bagi Kabupaten Berau.
Untuk diketahui Sumber Agung terbaik di
Kaltim hingga melaju ke tingkat nasional keberhasilan sangat menonjol yakni
dimana Sumber Agung punya Pendapatan Asli Kampung (PAK) yang mana baru sampai
dengan April tahun ini telah mencapai sekitar Rp 700-an juta. Luar biasanya
lagi Sumber Agung targetkan untuk tahun 2021 ini PAK nya Rp 1 miliar. PAK itulah yang diberdayakan sesuai dengan
hasil musyawarah Aparat Kampung yang dipakai untuk penanganan pandemi ini.
Sampai hal kecil seperti kebutuhan vitamin vitamin kalau ada warganya yang
terpapar.
“Disam[ping kalau ada tamu atau warganya yang
datang dari luar daerah ada tempat untuk menampung diberi nama “Rumah Singgah”
untuk karantina dahulu beberapa hari sesuai dengan ketentuan antisipasi
covid-19. Dalam karantina itu semua biayanya ditanggung oleh kampung karena ada
anggarannya dan sudah terinci.
Bagusnya lagi hal itu ada Peraturan Kampung
(Perkam) nya dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Karena hal itu adalah
persyaratan wajib sebagai penilaian dalam lomba kampung/desa ini, termasuk
pelayanan secara digital tentang penanggulangan covid-19.
Juga PAK sudah diatur bahwa sekian persen
untuk PKK, dan lainnya di Perkam itu. Dari potensi Perkebunan Sawit yang mana
Kapung punya kas berupa lahan dikelola menjadi kebun sawit. Dalam mengelola
perkebunan sawitnya itu tenagakerjanya merupakan warga kampung setempat yang
masih produktif di kampung tersebut, sehingga tidak ada pengangguran.
Termasuk perempuan perempuannya diberikan
kerjaan, itu tatkala panen setelah diangkut para tenaga laki laki sawit
bertandan tandan itu, kan ada buah sawit yang terjatuh atau terperotol perotol
itu tugas para ibu ibu yang ambilin itu ada gajinya sendiri. Jadi disana itu
warga miskin hampir tidak ada, dengan kata lain merata sejahtera.
Sumber PAK lain diluar perkebunan sawit
adalah, perkebunan Alfukat. Ada juga rumah produksi itu ibu-ibu berkarya buat
kemasan berbagai produk, hasilnya bagus bagus dan unik. Karena semua usaha
kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK),”ujarnya lagi. (sep/adv)