Pimpinan dan Anggota DPRD Hadiri Musrenbang 2024 yang Dibuka Gubernur Kaltim
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-
Gubernur
Kaltim Dr H Isran Noor resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang)dalam rangka Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi
Kalimantan Timur 2024 mengangkat tema “Peningkatan daya saing sumber daya
manusia (SDM) dan infrastruktur wilayah yang andal untuk percepatan
transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan”, di Pendopo Odah Etam,
Senin (17/4/2023).
Dalam Musrenbang RKPD 2024 dihadiri unsur
pimpinan DPRD Kaltim diantara Wakil Ketua Seno Aji, Wakil Ketua Muhammad
Samsun, dan Sigit Wibowo, turut hadir sejumlah anggota DPRD lainnya diantaranya
Veridiana Huraq Wang, dan Nidya Listiyono, Sapto Setyo Pramono, Agiel Suwarno,
Sarkowi V Zahry, Komariah, Abdul Kadir Tappa dan Sekwan Norhayati US.
Pada Musrenbang tersebut DPRD Kaltim
menyerahkan usulan pokok pikiran yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno
Aji kepada Gubernur Kaltim Isran Noor.
Seno Aji mengatakan bahwa ada sekitar 2000
lebih usulan yang masuk dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD), 498
usulan telah divalidasi dan 245 usulan diantaranya bersifat hibah dari
masyarakat.
Usulan DPRD Kaltim menitik beratkan pada
beberapa program diantaranya mengenai pemenuhan kebutuhan akan pangan yang
lebih luas dan pembangunan infrastruktur terhadap IKN.
Sementara saat membuka Musrenbang RKPD 2024, Gubernur
Kaltim H Isran Noor menyampaikan selamat dilaksanakannya Musrenbang Provinsi
Kaltim Semoga pelaksanaannya lancar dan sukses menghasilkan rumusan-rumusan
sesuai dengan tema yang telah disepakati.
Dalam forum Musrenbang ini, lanjut Isran,
sudah masuk pokok-pokok pikiran dari rekan-rekan DPRD Kaltim yang langsung
diterima gubernur yang diserahkan oleh Wakil Ketua II DPRD Kaltim Seno Aji
didampingi Wakil Ketua I Muhammad Samsun dan Wakil Ketua III Sigit Wibowo.
“Tadi sudah Masuklah pokok-pokok pikiran
kawan-kawan kita yang berasal dari Karang Paci. Ada 500 usulan. Usulan sudah
diterima oleh Gubernur dalam amplop yang tebal. I love it. Itu penting, kenapa?
Karena memang itulah sebuah proses dan berjalannya sebuah pemikiran, pandangan
dan informasi yang disampaikan oleh masyarakat melalui DPRD Kaltim,” kata Isran
Noor.
Musrenbang, ujar Isran, adalah sebuah proses
yang dasar hukumnya adalah UU 25/2004 tentang sistem perencanaan pembangunan
nasional. Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini
berharap kepada semua stakeholder maupun masyarakat terkait dengan persoalan
pembangunan-pembangunan di Kaltim, diusahakan agar jangan bisa protes saja,
tapi harus ada solusi.
“Contoh, kan ada beberapa jalan di Kaltim
yang statusnya kita rubah, dengan menyerahkan ke pusat. Termasuk di Paser,
Kutai Karatanegara dan Kutai Barat. Seperti jalan rusak yang disampaikan
pimpinan DPRD tadi yang ke arah tengah, itu adalah jalan poros yang dibiayai
oleh negara, bukan jalan kita. Jadi kalau ada apa-apa itu urusan nasional itu,
bukan urusan provinsi. Jadi kita bisa berkilah, kita laporan saja. Seperti
jalan dari Blusuh sampai ke Ujoh Bilang sampai ke Long Apari, itu sebagian
merupakan share pembiayaan dengan Badan Pengelola Kawasan Perbatasan. Jadi kita
harus juga punya strategi untuk urusan seperti itu,” pesan Isran.
Pada kesempatan ini, Gubernur Isran Noor
didampingi perwakilan Forkopimda Kaltim, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri
Wahyuni dan Kepala Bappeda Yusliando, menyerahkan Penghargaan Pembangunan
Daerah (PPD) kepada Balikpapan (terbaik 1), Samarinda (terbaik 2) dan Bontang
(terbaik 3) untuk kategori Kota. Sedangkan kategori kabupaten, terbaik 1, 2 dan
3 diraih oleh Berau, Kutai Kartanegara dan Paser.
Tampak hadir Wali Kota Bontang Basri Rase,
Bupati Penajam Paser Utara Hamdam, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Wakil Wali
Kota Samarinda Rusmadi dan Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan. Musrenbang
juga diikuti Asisten Setda Prov Kaltim, Staf Ahli Gubernur, pimpinan perangkat
daerah lingkup Pemprov Kaltim, TGUP3 Kaltim, organisasi kemasyarakatan, media.
Setelah dibuka Gubernur Kaltim, Musrenbang
RKPD 2024 dilanjutkan dengan diskusi panel yang dipandu Sekda Provinsi Kaltim
Sri Wahyuni, dengan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian
dalam Negeri.(mar)