Memalukan, Balikpapan Madinatul Iman Ribut Masalah Komitmen Zakat

img

Oleh: Hery Sunaryo (Pemerhati Kebijakan Publik Kota Balikpapan)

BALIKPAPAN- Ulama dan para Ustadz harus bisa meluruskan problem pengumpulan dan pengelolaan Zakat dikota Balikpapan, karena banyak pejabat kita yang masih belum paham tentang fungsi dan pengelolaan Zakat.

Kalau pengelolaan zakat dan pengumpulan zakat dikota Balikpapan ini dilakukan secara benar maka pengumpulan zakat dikota Balikpapan dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam membangun ekonomi umat Islam dikota Balikpapan,

Sekaligus menciptakan iklim solidaritas sesama manusia, karena zakat menekankan prinsip keadilan dalam sistem ekonomi Islam. Ibadah zakat itu sikaya yang diwajibkan bayar, dengan harapan agar simiskin dapat terbantu dalam mencukupi kebutuhannya.

Ibadah zakat melalui harta kekayaan yang ditunaikan ini jika dioptimalkan pengelolaannya juga bisa menjadi instrumen sosial yang sangat baik untuk mengatasi masalah kemiskinan di tengah masyarakat.

Sayangnya tujuan zakat ini tidak dipahami oleh sebahagian pejabat dikota yang menyandang gelar Madinatul Iman ini. Beberapa hari ini ramai pemberitaan media yang mengatakan bahwa kepala departemen agama kota Balikpapan tidak menyetorkan laporan pengumpulan zakat diinstansinya.

Walikota Balikpapan sudah mengeluarkan Surat Edarannya Nomor 451.12/1282/Kesra tanggal 28 Oktober 2022 meminta kepada seluruh pihak untuk menyetorkan dana ZIS ( Zakat, Infak, Sedekah ) ke Baznas Balikpapan. Tetapi masih ada instansi OPD yang suka telat dan tunggu diingatkan baru  menjalankan surat edaran ini.

Kemudian departemen agama kota Balikpapan mengeluarkan surat dengan Nomor 4448/Kk.16.03.7/BA/10/2022 tertanggal 19 Oktober 2022,  surat tersebut ditujukan kepada kepala kantor, badan, dinas, instansi vertikal, perbankan, perhotelan, perusahaan swasta. Tetapi anehnya instansi departemen agama ini  justru tidak setor ZIS selama 3 bulan ke Baznas Kota Balikpapan.

Ini tentu mencerminkan sifat yg dibenci oleh Alloh Swt, dan salah satu  yang dapat mendatangkan bala bencana, Firman Alloh Swt “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shaff: 2-3).

Orang yang  banyak bicara, tetapi kata-katanya tidak didukung oleh perbuatan yang nyata dan tegas. Perilaku demikian, sangat keji menurut pandangan Allah.

Imam Bukhari dan Imam Muslim, meriwayatkan sebuah hadist tentang nasib orang yang hanya pandai berkata-kata, tanpa tindakan nyata. "Pada hari kiamat kelak, ada seseorang dipanggil. Ia kemudian di lemparkan ke dalam neraka dan Penduduk neraka mengerumuninya, dan bertanya "Mengapa kamu ini? Bukankah kamu dulu suka memerintahkan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran?"

Orang tersebut menjawab: "Benar! Aku suka mengajak kalian berbuat kebaikan, tapi aku sendiri justru tidak melakukannya. Aku juga suka mencegah kalian dari kemunkaran, tapi aku sendiri malah melakukannya."

Kalau kita perhatikan Potensi Zakat dikota Balikpapan sangat besar dari kalangan ASN saja jika kita hitung potensinya zakat profesi yang dikelola BAZ Kota Balikpapan dengan asumsi jumlah ASN sebanyak 4500 org  X Rp. 100.000 maka setiap bulan akan ada dana masuk ke BAZ sebesar Rp. 450.000.000 / bulan x 12 bulan = Rp. 5,4 Miliar / tahun.

Belum lagi storan zakat dari pihak swasta tentu akan bertambah asumsi  potensi zakat dikota Balikpapan, semoga pengelola BAZ dikota Balikpapan dapat amanah dan cerdas dalam mengelola dana ummat yang cukup besar ini.