Video Viral Bupati Berau Saat Idul Fitri 1444 Hijrah, Ini Klarifikasi Pemerintah
Rapat menyikapi video viral Bupati menyampaikan sambutan sesaat sebelum sholat Idul Fitri
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Pemerintah Kabupaten Berau, memberikan klarifikasi mengenai video viral yang
saat ini menjadi perbincangan masyarakat luas baik masyarakat Kabupten Berau
maupun masyarakat luar Kabupaten Berau.
Konten video yang diunggah pada media online
Facebook dengan judul “Khatib Idul Fitri, Kok
Bisa Aliran Apa Ini” dengan durasi 1.40 detik merupakan Bupati Berau Sri
Juniarsih Mas ketika melaksanakan tugasnya sebagai Kepala Daerah yang
memberikan sambutan sebelum berlangsungnya pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1444
H, yang bertempat di Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Kementrian Agama (Kemenag) Berau H Rahman
Duka, menegaskan bahwasannya video yang saat ini beredar dengan menggiring opini
aliran sesat tidaklah benar. Kegiatan perekaman video dilakukan saat Bupati
sedang memberikan sambutan dan sudah menjadi tradisi setiap tahunnya bahwasanya
kepala daerah memberikan sambutan sebelum diselenggarakannya Sholat Idul Fitri.
“Faktanya Bupati sedang memberikan sambutan
bukan melakukan khotbah, sambutan ini dilakukan sebelum dilaksanakannya khotbah
dan juga bukan merupakan bagian dari pelaksanaannya dari Sholat Idul Fitri,”
tegasnya.
Untuk menghindari kesalah pahaman dan
keresahan dimasyarakat khususnya umat Islam, Kementrian Agama Kabupaten Berau
meminta pengunggah video untuk membrikan klarifikasi yang sebenar-benarnya.
Asisten I Setkab Berau, Hendratno
menjelaskan, video asli yang beredar luas tidak memberikan caption apapun
mengenai video ini, akan tetapi ada pihak yang tidak bertanggung jawab menyebar
luaskan video dengan caption aliran sesat, dan menjadikan keresahan pada masyarakat
khususnya umat muslim.
Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah,
menegaskan Bupati tidak sedang melakukan khotbah, tetapi memberikan sambutan
dan mengucapkan selamat kepada masyarakat muslim dalam merayakan hari Raya Idul
Fitri 1444 H.
“Beliau memberikan sambutan mengenai program
pemerintah, ketika memberikan sambutan bupati juga tidak menggunankan mimbar khatib,
tapi menggunakan mimbar khusus Kepala Daerah ketika memberikan sambutan. Dan
ini merupakn tradisi Kepala Daerah dalam memberikan sambutan setiap tahunnya,”
tegasnya. (sep/ima)