Upaya Penurunan Stunting jadi Prioritas, Pemerintah Maksimalkan Program Raga Pantas
Dinkes Kukar Gelar Sosialisasi Tim Pemantau Bakti Pantas Untuk Upaya Pengendalian Stunting
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA- Dinas Kesehatan Kukar menggelar sosialisasi tim pemantau bakti pantas Kabupaten Kukar, di ruang serbaguna Pemkab Kukar, Kamis (18/5/2023).
Sosialisasi tersebut dibuka oleh Sekretaris
Kabupaten (Sekkab) Kukar H Sunggono, dan dihadiri perwakilan DPPKB, dan tim
pemantau bakti pantas.
H Sunggono mengatakan, sosialisasi ini
merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang telah dilakukan belum lama
ini, yang berkaitan dengan pengendalian dan penanganan kasus stunting di Kukar.
"Kasus stunting di Kukar alami dinamika
pasang surut, upaya penurunan stunting harus tetap menjadi prioritas karena hal
ini menyangkut keberlangsungan hidup anak anak kita generasi penerus
bangsa," kata Sunggono.
Sementara upaya yang dilakukan pemerintah
daerah pada penanganan maupun pengendalian kasus stunting ialah, dengan
melaksanakan kegiatan bakti pantas. Bakti pantas merupakan akselerasi dari
program raga pantas (Gerakan Keluarga Peduli Pencegahan dan Atasi Stunting).
"Untuk melaksanakan kegiatan tersebut,
dibutuhkan tim pemantau. Tim pemantau merupakan unsur penting, dan menentukan
dalam pelaksanaan program ragapantas serta bakti pantas," sebutnya
Untuk pelaksanaan kegiatan bakti pantas atau
program raga pantas, akan dilaunching oleh Bupati Kukar pada akhir Mei 2023
ini. Semoga program tersebut bisa berjalan dengan baik, dan diperlukan sinergi
dengan OPD pengampu seperti Dinas Kesehatan, DPPKB, Dinas Pendidikan, Dinas
Perkim, dan lainnya.
"Jadi indikatornya pantas sehat, pantas
pendidikan, pantas pangan, pantas tempat tinggal dan pantas sejahtera,"
ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)
Kukar Martina Yulianti menuturkan, kegiatan ini bagian dari penguantan program
ragapantas, dengan melibatkan Bapak Bunda Anak Asuh Stunting (BAAS), di
dalamnya itu juga terdapat tim pemantau.
"Jadi hari ini kita lakukan sosialisasi
kepada tim pemantau terkait dengan tugas tugasnya. Artinya tugas tim pemantau
itu untuk memastikan paket asuhan diberikan dan berjalan dengan baik,"
ucap Martina Yulianti
Ia menyebutkan, kasus stunting di Kukar
hampir di setiap Kecamatan tersebar, ketika anak asuh stunting tersebar maka
tim pemantau juga harus tersebar, jangan lokusnya hanya di Tenggarong saja.
"Kami berharap program ini berjalam
dengan baik, dan tim pemantau mengetahui apa yang telah menjadi tugasnya, agar
penanganan dan pengendalian stunting bisa teratasi dengan baik," ungkapnya.(riz/adv)