Polres Kukar Laksanakan Kegiatan Revitalisasi Situs Budaya dan Agama
Kapolres
Kukar AKBP Hari Rosena
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA- Dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke 77, Polres Kukar melakukan revitalisasi situs budaya dan agama yang ada di Kukar, khususnya di Kecamatan Tenggarong.
Revitalisasi tersebut dimulai sejak 19 Juni
2023, dengan melakukan perbaikan sarana dan prasarana Masjid Jami', UMKM
kawasan Museum Mulawarman, dan pemantapan jalan di sekitar kawasan Museum
Mulawarman.
Kapolres Kukar AKBP Hari Rosena mengatakan,
tujuan revitalisasi budaya dan agama ini, agar situs budaya tidak mengalami
degradasi atau penurunan kualitas, maupun nilai pentingnya.
"Tahun ini kira lakukan glorifikasi
terhadap situs budaya dan agama, sehingga akan membentuk kerukunan, toleransi
antar umat beragama, yang dapat menjadi alat pemersatu bangsa, membangun
ekosistem wisata, mendukung UMKM, agar dapat meningkatkan perekonomian
masyarakat," kata Hari Rosena kepada media usai vidcon di Masjid Jami',
Selasa (20/6/2023).
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang
majemuk, karena penduduknya berasal dari berbagai latar belakang budaya, ras,
adat, dan agama. Moderisasi beragama juga sangat diperlukan sebagai solusi,
agar dapat menjadi kunci penting memciptakan kehidupan yang rukun, harmoni,
damai dalam bermasyarakat.
"Situs budaya dan agama merupakan
warisan dari sebelumnya, sejarah dan budaya masa lalu mempunyai arti sangat
penting bagi pembangunan bangsa kedepan, karena memiliki nilai budaya yang
tinggi, menjadi kebanggaan dan sumber pembentukan karakter bangsa,"
ucapnya.
Sementara itu Ketua MUI Kukar Abdul Hanan
menuturkan, apa yang dilakukan oleh Polres Kukar dalam hal ini merevitalisasi
situs budaya dan agama, merupakan hal yang positif.
"Terima kasih Polres Kukar yang telah
peduli dengan tempat ibadah dan budaya, semoga hal seperti ini bisa berlanjut
terus, karena budaya merupakan peninggalan sejarah," ungkap Abdul Hanan.
Ia juga meminta kepada Polres Kukar agar
terus melindungi, mengayomi masyarakat agar Kamtibmas tetap terjaga dengan
baik, sehingga Kukar lebih aman jauh dari bahaya.
"Polisi harus sigap dalam menanggulangi
gangguan Kamtibmas, dan hal ini perlu sinergi baik dengan organisasi keagamaan
maupun organisasi kemasyarakatan," pungkasnya.(riz)