Bupati Impikan Berau Bangun Pabrik Coklat, Selaras dengan Potensi Coklat di Kelay yang Sudah Go Internasional
Bupati
Berau saat melepas ekspor Kakao
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Orang nomor satu di Bumi Batiwakkal Sri Juniarsih berharap kedepan di Berau
bisa terbangun pabrik coklat guna geliatkan potensi komoditi tersebut untuk
bisa dirasakan seluruh masyarakat Kabupaten Berau.
Selain menjadi terkenal, besar harapan
melalui komoditi kakao perekonomian masyarakat juga meningkat.
"Peluang masih sangat terbuka untuk
mengembangkan komoditi tersebut, sebab saat ini kita masih punya 1.050 hektare,
didukung lagi kebutuhan permintaan semakin banyak. Jadi mari bersama kita
kembangkan potensi ini, agar mampu menjawab kebutuhan pemesan kakao
Kelay," jelas Bupati Sri Juniarsih baru-baru ini.
Apalagi Pemkab Berau memang terus berkomitmen
tambahnya mengembangkan semua potensi-potensi kampung yang ada disetiap
Kecamatan, khususnya di Kelay yakni komoditi kakao yang mana sudah go
internasional.Kebeberapa negara coklat Kelay yakni Swiss, Jerman, Amerika, dan
beberapa daerah di Eropa lainnya.
Pesatnya pemasaran kakao Bumi Batiwakkal asal
Kelay saat ini memotivasi Bupati Berau Sri Juniarsih Mas kembali meminta kepada
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yaitu Dinas Perkebunan (Disbun) untuk
semakin memaksimalkan potensi coklat di Kelay.
“Sebab melalui coklat Kelay cukup mengangkat
nama Kabupaten Berau melambung tinggi. Karena itu saya meminta kepada dinas
terkait untuk menjaga konsumen maksimalkan pengembangan kakao dengan pemberian
bibit, turut serta mulai dari pemeliharaan sampai pengemasan coklat tersebut
nantinya. Pertimbangannya karena permintaan akan coklat di Kelay ini bukan
hanya rebutan di Indonesia, melainkan juga di dunia,” ungkap Petinggi Bumi
Batiwakkal tersebut saat diminta tanggapannya akan kakao Kelay, baru baru
ini.
Mencuatnya peminat Kakao asal Berau tambah
beliau, dimulai pasca coklat Kelay mendapatkan penghargaan dengan rasa yang
unik. Sehingga agar produksi meningkat Pemerintah daerah mendorong untuk selalu
penuhi kebutuhan bibit kakao petani,
karena rasa yang unik dimiliki coklat Kelay itu sangat luar biasa dan menjadi
rebutan. Berkah dari rasa itulah saat ini harga kakao cukup meroket, dimana
berkisar Rp 50 ribu per kilo berupa kakao kering. Ini merupakan kemajuan yang
luar biasa. Ada banyak daerah di Indonesia yang juga memiliki potensi kakao
seperti di Bali, Sulawesi dan lainnya. Tetapi tetap coklat dari Kelay menjadi
pilihan termasuk Bali sendiri.
“Peluang yang ada apabila terus dimaksimalkan
ini salah satu cara kita untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi, ini bukan
cerita belaka tapi ini merupakan bagian kerja sama antara Pemerintah daerah
dengan Pemerintah Kampung. Saya harap, Kakam disini jangan segan-segan untuk
menjalin komunikasi dengan OPD terkait, karena mereka akan mengangkat aspirasi
setiap kepala kampung,” ujar Srikandi pertama yang berhasil menjadi Bupati di
Berau. (sep/adv)