Kilang Pertamina Unit Balikpapan Gelar Forum Stakeholder 2023
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN– Kelancaran
operasional perusahaan memerlukan dukungan dari semua pemangku kepentingan.
Dalam menjalankan operasionalnya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit
Balikpapan juga memiliki banyak pemangku kepentingan. Sebagai upaya untuk
mendapatkan masukan dan harapan dari pemangku kepentingan kepada perusahaan,
Pertamina melalui PT KPI Unit Balikpapan menyelenggarakan Forum Stakeholder
2023 di Banua Patra Balikpapan, Rabu (23/08).
Pertemuan dihadiri oleh lintas sektor
pemangku kepentingan PT KPI Unit Balikpapan. General Manager PT KPI Unit
Balikpapan Arafat Bayu Nugroho dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum
stakeholder yang dilaksanakan tersebut merupakan hal yang sangat penting bagi
perusahaan.
“Tahun lalu kami mendapat banyak masukan dari
stakeholder, mengenai bagaimana cara kita menjalankan bisnis serta
berkomunikasi dengan para stakeholder. Kami ingin keberadaan Pertamina bisa
dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya Kota Balikpapan,” kata Bayu.
Pada Forum Stakeholder 2023 ini, PT KPI Unit
Balikpapan juga akan menyampaikan tindak lanjut atas masukan dan saran yang
diterima pada tahun sebelumnya. Bayu berharap tahun ini perusahaan juga dapat
menerima banyak masukan yang membangun seperti tahun sebelumnya.
“Apabila ada isu-isu baru mohon agar bisa
disampaikan. Ini momen yang tepat dan bagus untuk kita semua bukan hanya bagi
Pertamina tapi juga bagi para stakeholder,” ujar Bayu.
Kilang Pertamina Unit Balikpapan, menurut
Bayu sangat membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan dalam
menjalankan bisnisnya. Bagaimana perusahaan berinteraksi dengan
instansi-instansi lain, hingga kepada seluruh masyarakat di sekitar wilayah
operasional perusahaan.
"Semua aspirasi yang disampaikan dapat
kami serap, dan juga semua masukan-masukan untuk memastikan operasional Pertamina
dapat berjalan," jelas Bayu.
Bayu juga menyampaikan pentingnya keberadaan
Kilang Balikpapan. “Tahun 2023 hingga 2024 ini menjadi tahun yang krusial.
Karena disatu sisi kita harus mengawal terus operasional kilang yang sudah ada
untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di Indonesia Bagian Timur, dan sisi yang
lain kita juga harus memastikan proyek terbesar kita pengembangan kilang
Refinery Development Master Plan (RDMP) bisa berjalan dengan baik,” jelas Bayu.
Sebagai informasi, Forum Stakeholder 2023
yang dilaksanakan PT KPI Unit Balikpapan tahun ini dihadiri dari perwakilan
berbagai pemangku kepentingan diantaranya Polresta Balikpapan, Kodim
Balikpapan, Kejaksaan Negeri Balikpapan, Universitas Balikpapan, Bea Cukai
Balikpapan, Kantor Pajak Pratama Balikpapan Barat, Persatuan Wartawan Indonesia
Kota Balikpapan, Dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, Badan
Pertanahan Nasional Kota Balikpapan, BPJS Balikpapan, Serikat Pekerja,
perwakilan Kelurahan, Mitra Binaan hingga Vendor.
Sementara itu, Area Manager Communication,
Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin
menyampaikan kegiatan ini juga menjadi sarana melakukan pembaruan stakeholder.
Hal ini menyesuaikan kondisi aktual yang dihadapi Kilang Pertamina Unit
Balikpapan pada saat ini.
"Pada tahun 2022 yang lalu, kami telah
mengindentifikasi ada sekitar 65 institusi/kelompok dan pihak-pihak yang
menjadi pemangku kepentingan perusahaan. Pada forum stakeholder tahun ini, kami
mengundang 30 perwakilan," kata Chandra.
“Forum ini juga menjadi sarana bagi kami
dalam memastikan pengelolaan pemangku kepentingan yang kami lakukan sudah
berada di jalan yang tepat. Selain itu juga menyeleraskan kepentingan para
pihak," jelas Chandra.
Salah satu hal yang disampaikan dalam Forum
Stakeholder 2023 tersebut adalah terkait dengan buffer zone. "Kami sangat
merasa terdukung, bahwa ternyata para pemangku kepentingan PT KPI Unit
Balikpapan juga melihat bahwa keberadaan buffer zone merupakan hal yang sangat
penting," kata Chandra.
Pemahaman terkait dengan buffer zone ini
sebenarnya sejalan dengan program kerja yang dilaksanakan perusahaan untuk
mengembalikan fungsi buffer zone yang.(mid)