Bupati Sri Juniarsih Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan RSUD Berau, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-Setelah
menentukan lokasi untuk pembangunan RSUD Kabupaten Berau di bulan Desember 2022
lalu, momen Peringatan Hari Jadi ke-70 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-213
Kota Tanjung Redeb, Sabtu (16/9/2023), Pemkab Berau melaksanakan peletakan batu
pertama di kawasan Jalan Sultan Agung, Kecamatan Tanjung Redeb.
Lokasi untuk pembangunan RSUD yang baru ini,
dianggap memiliki letak strategis yang telah mendekatkan hubungan di 3
kecamatan, diantaranya Kecamatan Teluk Bayur, Gunung Tabur, dan Tanjung Redeb.
Dalam kesempatan itu, Bupati Berau Sri
Juniarsih Mas menyatakan, pembangunan baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Kabupaten Berau ini merupakan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Berau dalam
rangka meningkatkan sarana dan prasarana publik yang berkualitas.Dikatakannya,
program ini merupakan program kerja prioritas dari Bupati Berau Alm. Muharram
sebelumnya.
"Kami akan komitmen melanjutkan program
pembangunan RSUD ini dan semoga menjadi program prioritas untuk kita semua
dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten
Berau," ungkapnya.
Mengingat Kabupaten Berau sebagai salah satu
wilayah penyangga IKN kedepan, selaras dengan hal tersebut maka, Pemkab Berau
senantiasa mewujudkan kemajuan daerah yang salah satunya meningkatkan indikator
kesehatan masyarakat.
Yang tentu semakin banyak memerlukan
fasilitas kesehatan yang representatif lengkap dengan segala pelayanannya.
Melalui pembangunan RSUD ini, diharapkan
dapat membantu RSUD Abdul Rivai yang dengan segala aktivitasnya dapat melayani
masyarakat. Serta, pada tahap pengajuan RSUD sementara ini adalah tipe C.
Meskipun berada di tipe C, Sri Juniarsih
menyampaikan akan ada progres selanjutnya yang nantinya akan ada pengembangan
untuk ditingkatkan ke tipe B.
"Untuk bisa ke tipe B ini yang harus
perlu di support oleh anggaran Provinsi. Semoga perlahan bisa menuju ke
pengembangan tipe B," harapnya.
Pada tahapan awal pembangunan RSUD ini, telah
capai kesepakatan MoU dengan DPRD, sehingganya telah dianggarkan dana sebesar
Rp 300 milyar dengan mekanisme Multi Years Contract (MYC).
Kendati demikian, dirinya berharap apa yang
menjadi rencana bersama dapat berjalan dengan baik dan lancar.
"Serta, sesuai target yang kita tetapkan
agar bisa dimanfaatkan bersama-sama," jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPUPR Berau, Fendra
Firnawan menjelaskan untuk jadwal pembangunan rumah sakit saat ini on the
track. Dan kemungkinan, kata dia, setelah
pematangan lahan direncanakan awal bulan Oktober sudah dapat dimulai
konstruksi bangunannya.
"Jadwal konstruksinya bisa berjalan
dengan jadwal yang telah kita sepakati," katanya.
Fendra menyampaikan, upaya pembangunan ini
harus dapat diselesaikan di sekitar bulan Desember 2024, karena MYC-nya telah
dijanjikan hingga akhir tahun depan.
"Setelah itu tidak ada lagi pendanaan
berkaitan dengan pembangunan tahap pertama," ucapnya.
Fendra menambahkan, untuk keseluruhan total
lahan guna RSUD yang baru ini memiliki area sekitar 10 hektare dari aset
daerah. Namun, yang akan dibangun untuk ditahap pertama ini hanya 5 hektar
saja.
"Sisanya masih ada, itu rencana
pengembangan di tahun-tahun depannya seperti apa. Karena kita dengan 5 hektar
itu sudah cukup membangun di tahap pertama," tandasnya.
Tambahnya, di tahap pertama ini terdiri dari
beberapa pembangunan ruangan, diantaranya instalasi jenazah, dapur, radiologi,
rehab medik, farmasi, poli klinik, laboratorium, IGD, hemodialisa, bedah,
perinatologi, ICU, serta ditunjang dengan genset, 113 tempat tidur, gas medis,
instalasi pengolahan limbah, dan tempat pembuangan sementara air limbah. (sep/adv)