2024, Pembangunan Kendali Banjir di Desa Suka Rahmat Memasuki Tahap Perencanaan
Sutomo Jabir, Anggota DPRD Kaltim
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Proyek Bendungan Pengendali untuk mengatasi banjir di Desa Suka Rahmat Kabupaten Kutai Timur akan memasuki tahapan perencanaan. Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ir Sutomo Jabir.
Jika mengikuti jadwal, tahap perencanaan akan dimulai pada tahun 2024. Sedangkan untuk proses pekerjaannya itu dimulai tahun 2025.
"Iya, tahun 2024 masih perencanaan, 2025 mungkin baru mulai pekerjaan pengendali banjir di Suka Rahmat itu. Nanti kegiatannya bikin bendungan untuk menanggulangi banjir," ungkapnya.
Meskipun rencana untuk bendungan ini sudah ada sejak tahun 2013 kata politikus PKB itu, pembangunannya memang baru-baru ini akan dilakukan.
Alasannya, karena pemerintah harus melewati berbagai tahapan dan persiapan terlebih dulu. Yakni seperti studi kelayakan, perencanaan teknis, pembebasan lahan, dan langkah-langkah lainnya.
Salah satu tantangan utamanya adalah status lahan yang berada di kawasan hutan lindung. Juga, lokasi yang letaknya ada di luar Kota Bontang. Oleh karena itu, pembangunan fisik masih tertunda karena izin penggunaan lahan yang belum tuntas.
Pria kelahiran 1981 ini berharap agar masalah izin lahan bisa secepatnya terselesaikan untuk memulai proyek pembangunan Bendali Banjir di Desa Suka Rahmat.
"Saya berharap ada penanggulangan atau pengendalian banjir di Desa Suka Rahmat secepatnya. Memang itu sudah dimulai, tapi ternyata kan kemarin masih terkendala oleh Izin Pakai Kawasan Hutan," jelasnya.
Ia pun berkomitmen akan memperjuangkan dan mendorong percepatan pembangunan ini. Alasannya, karena proyek ini sangat penting. Karena, tak hanya mengatasi banjir beberapa tahun ke depan.
Akan tetapi juga sebagai sumber air untuk penduduk Kota Bontang. Sebab, bendungan ini diperkirakan akan menyediakan 150 liter air bersih/detik.
"Saya akan mengawal dan memperjuangkan semua program-program pembangunan di Kaltim, terutama di daerah pemilihan saya, yaitu Bontang, Kutai Timur dan Berau," tegasnya.
Selain itu, ia juga berharap agar daerah lain di Provinsi Kaltim juga mendapatkan perhatian serupa dalam mengatasi masalah banjir, karena banjir adalah masalah serius yang perlu penanganan bersama.(ADV)