Pemkab Kukar Sampaikan KPI di 12 Kecamatan ke Pemprov Kaltim
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR :
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar telah menetapkan 12 Kecamatan sebagai Kawasan
Peruntukan Industri (KPI). Yakni Kecamatan
Kembang Janggut, Kota Bangun, Loa Janan, Loa Kulu, Marang Kayu, Muara Badak,
Muara Jawa, Muara Kaman, Sangasanga, Sebulu, Tenggarong, dan Tenggarong
Seberang.
Kawasan
tersebut telah disampaikan ke Pemprov Kaltim pada saat Focus Group Discussion
(FGD) tentang, sinkronisasi kawasan peruntukan industri (KPI), di Hotel Haris
Samarinda, belum lama ini.
Plt
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna
melalui Kabid Ekonomi Bagus Eko Sampurno menyebutkan, identifikasi lahan atau
hilirisasi merupakan kunci dari transformasi ekonomi, maka dari itu Pemprov
Kaltim ingin mengatahui potensi yang ada di seluruh Kabupaten/Kota.
"Pemetaan
lahan sangat dibutuhkan dalam membantu merancang kebijakan yang tepat, sehingga
dapat merangsang pengembangan industri di Kaltim," kata Bagus Eko Sampurno
pada Poskotakaltimnews, Kamis
(23/11/2023).
Ia
menyebutkan, luasan kawasan industri tersebut sekitar 10 ribu hektare. Usai
menyampaikan potensi dan rencana kawasan industri di Kukar, Pemprov Kaltim
memberikan respon positif atas penyampaian tersebut.
"Semoga
dengan penyampaian tersebut, bisa mendapat dukungan dari pemprov Kaltim, baik
itu pendanaan maupun lainnya," sebutnya.
Menurutnya,
dalam membangun kawasan industri untuk bahan bakunya harus melimpah. Karena
industri harus memproduksi produk secara berkelanjutan. Apabila produksinya tak
berkelanjutan yang ada pabrik tersebut mangkrak.
"Kalau
bicara hilirasasi harus secara berkelanjutan, kalau tidak berkelanjutan ujung
ujungnya malah mangkrak," tegasnya kembali.
Lanjut
dia, sektor hilirisasi memang sangat penting dan harus diperkuat. Karena Ibu
Kota Nusantara (IKN) pindah ke Kaltim. Maka dari itu kawasan industri harus
dipersiapkan dari sekarang.
"Contoh
kita sudah ada kawasan industri rumput laut, dan pabrik jahe. Industri tersebut
rencananya akan beroperasi pada 2024," ujarnya.
Dirinya berharap dengan pindahnya IKN, masyarakat Kukar tidak jadi penonton. Kukar bagian dari mitra IKN, dan sektor hilirisasi berjalan dengan pesat.
"Kami
terus berupaya mempersiapkan hilirisasi terhadap potensi yang ada, dan berharap
hilirsasi berjalan dengan baik," tutupnya. (adv/riz).