Lestarikan Kesenian Gandrung, Paguyuban Banyuwangi dan Pemkab Rutin Gelar Festival Gandrung Tiap Tahun
Sopyan pelaku seni Kutai Kartanegara
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR-Gandrung Banyuwangi adalah sebuah tari yang pada asalnya dulu sebuah tari marsan. Tari marsan itu sebuah tari yang ditarikan oleh seorang laki-laki pada zaman Belanda saat itu, dimana setiap penampilan apapun dalam acara syukuran dalam pemerintahan termasuk cara membentuk tari marsan itu untuk ditampilkan sebagai tari pergaulan dan tari suguhan ,saatnya waktu itu memang yang menari adalah seorang laki-laki.
Di Kukar sendiri kesenian Gandrung cukup
eksis beberapa tahun terakhir ini, bahkan Festival Gandrung pun diselenggarakan
tiap tahunnya.
Hal ini diungkapkan oleh Sopian selaku pelaku seni di Kukar serta pembina dan pelatih seni Gandrung saat diwawancarai Poskota Kaltim belum lama ini.
Ia mengatakan untuk pembinaan tari Gandrung, saat ini dirinya memang satu-satunya pembina kesenian dari Banyuwangi di daerah Kutai Kartanegara hal ini selaras dengan adanya peguyuban Banyuwangi.
“Kami melestarikan Gandrung meski ditanah Kutai yaitu karena rekan-rekan kami juga banyak yang dari perantauan khususnya, termasuk trans tahun 70-an hingga sekarang ini, sehingga dengan adanya Gandrung ini dapat mengobati rasa rindu pra perantaun,” Ujar Sopian.
Dirinya juga menjelaskan selama ini telah bekerja sama dengan Pemkab Kukar dengan menyelenggarkan event yaitu seperti Festival Gandrung tiap tahunya dan digelar setiap akhir tahun.
“Di Kukar sendiri sudah tiga kali penyelenggaraan festival kesenian khas Banyuwangi ini,” pungkasnya.
Sopian menambahkan di akhir tahun 2024 ini mereka akan mengaadakan parade, pada Festival Gandrung. Rencanya mereka akan menampilkan semacam tari massal dengan berbagai jenis tari banyuwangi yang tentunya melibatkan anak-anak yang sudah dilatihnya. Ia juga berterimakasih kepada Pemda karena telah mendukung dan memberikan ruang kepada Paguyuban Banyuwangi untuk terus melestarikan kesenian Gandrung di Tanah Kutai ini.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Slamet Hadiraharjo kepda Poskotakaltimnews Kamis (8/2/2024) mengatakan bahwa Festival Gandrung akan diselenggarakan di tahun 2024. Hal ini merupakan bentuk dukungan Dispar yaitu memfasilitasi paguyuban Banyuwangi dalam melakukan pelestarian keseniannya.
Slamet menjelaskan Dispar dalam memberikan fasilitas ini berdasarkan inisiatif masing-masing paguyuban yang ada di Kukar. Di Kukar sendiri banyak paguyuban dari seluruh Indonesia. Ia juga menambahkan dengan adanya paguyuban yang melestarikan dan pengembangan kesenian khas daerahnya. Tentunya hal ini memperbanyak khasanah pariwisata di Kukar.
“Misal ada permohonan, akan kita coba anggarkan, jika disetujui maka lanjut. Jadi tergantung inisiatif paguyuban. Kita hanya membina dan memfasilitasi. Karena tempat kita ini bhineka tunggal ika, sehingga menjadi lebih berwarna.” tutup Slamet.(adv/*tan)