Ruang Berekspresi Bagi Pegiat Seni Kukar Lewat Pertunjukan Seni Budaya
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Hampir satu bulan ini, pentas arena terbuka seni
budaya di Jalan Dipenegoro (titik nol) depan Museum Mulawarman selalu dimanfaatkan
para pegiat seni Kota Tenggarong khususnya, menampilkan berbagai pertunjukan
seni budaya lokal.
Difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, melalui
Program Pembinaan Ekspresi Budaya Tradisonal, para kaula muda dan bahkan para
seniman, tokoh seni, sastrawan ambil bagian dalam memeriahkan acara yang
diberinama Panggung Ekspresi Budaya setiap malam di akhir pekan tersebut.
Mulai pertunjukan seni musik tradisi hingga modern turut di
tampilkan. Pembacaan karya Sastra oleh para Sastrawan Kukar, seperti membaca Puisi
dan sebagainya. Bahkan sejumlah permainan tradisional, seperti Enggrang terbuat
dari Bambu dan Enggrang dari Kayu, Bakiak dan sejumlah permainan tradisional
lainnya di sediakan secara gratis bagi
masyarakat pengunujung.
Maksudnya masyarakat tidak hanya dapat menikmati pertunjukan seni,
tapi juga bisa memanfaatkan peralatan permainan tradisional yang di siapkan,
tidak di sewakan, tapi dipinjamkan secara gratis selama berada di kawasan
tersebut.
Menarik, ternyata yang terlibat pada kegiatan tersebut tidak hanya
para pengiat seni kalangan tua dan muda saja, namun kalangan remaja pelajar di
Tenggarong turut ambil bagian dalam mengekspresikan kemampuannya di bidang
seni. Bahkan pelaku seni yang merupakan warga binaan Lapas Tenggarong turut
ambil bagian dalam pertunjukan sebagai edukasi bagi mereka (warga lapas-red),
dan masyarakat.
Tidak hanya sampai di situ, kegiatan ini juga di isi dengan
diskusi ringan seputar seni budaya lokal, termasuk berbagi pengalaman positif oleh
seluruh pengiat seni yang terlibat dalam acara tersebut.
Staf Pelaksana Penyusun Program Pembinaan Ekspresi Budaya
Tradisional Disdikbud Kukar Listiana Mugiyati mengatakan, program tersebut
merupakan inisiasi dari individual, kelompok maupun masyarakat yang memiliki
kreativitas muatan budaya yang intinya edukasi.
"Program ini tercetus karena ada usulan pelaku seni yang
meminta difasilitasi tempat, untuk mereka menyalurkan kreativitasnya. Sehingga
kami berikan wadah di kawasan cagar budaya depan Museum Mulawarman," kata
Listiana Mugiyati saat ditemui Poskotakaltimnews,
di sela-sela kegiatan Panggung Ekspresi Budaya, Sabtu (24/2/2024).
Panggung Ekspresi Seni Budaya tersebut bagian dari upaya dalam melestarikan
dan mempromosikan budaya Kutai. Sehinga seni dan budaya Kutai tetap eksis dan
dikenal lebih luas.
Sementara Pelaku seni bisa memanfaatkan pentas arena terbuka
tersebut kapan saja dan secara bergantian. Siapa saja boleh menggunakan
fasilitas tersebut asalkan berbaur dengan budaya yang memberikan edukasi pada
masyarakat.
"Setiap pekan pasti ada pelaku seni yang ingin tampil di
panggung pentas ini, termasuk Lapas Kelas II A Tenggarong setiap pekan siap
memeriahkan kawasan cagar budaya," sebutnya.
Menurutnya, dengan adanya panggung pentas seni budaya dapat
memikat daya tarik masyarakat untuk bisa lebih menghargai dan mengapresiasi
seni budaya lokal, khususnya dengan melihat langsung pertunjukan seni dan
budaya Kutai yang ditampilkan.
"Alhamdulillah selama ada fasilitas tersebut, antusias
masyarakat luar biasa. Bagaimana kita terus mengenalkan budaya kita kepada
masyarakat luas, karena budaya merupakan bagian dari identitas daerah,"
ucapnya.
Sementara itu salah satu Sastrawan Kutai Sukardi Wahyudi
menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan
Kebudayaan, yang telah memfasilitas dengan menyiapkan ruang kepada pelaku seni
di Kukar.
"Alhamdulillah pemerintah daerah memberikan perhatian kepada
pelaku seni, dengan menyediakan tempat ini untuk kami berkarya," sebut
Sukardi Wahyudi.
Menurutnya, fasilatas yang diberikan tersebut bagian dari
memberikan kesempatan bagi pelaku seni, terutama kalangan muda dan pelajar
untuk mengembangkan kreativitasnya dan upaya melestarikan seni budaya Kutai.
"Fasilitas ini kita manfaatkan dengan baik, dengan mengisi
pentas seni dan budaya. Setiap pekan kita laksanakan pentas seni baik itu seni
tari, musik, maupun sastra," tutupnya.
Secara terpisah, salah satu pengunjung yang berasal dari Kecamatan
Tenggarong Aisyah Nur Aini menilai, kawasan cagar budaya ini sangat nyaman
khususnya bagi kaula muda mudi. Terlebih setiap pekannya ada pertunjukan pentas
seni dan budaya.
"Tempat ini memang cocok sebagai pusat keramaian dan bagian
upaya dari pelestarian budaya Kutai," kata Aisyah Nur Aini.
Namun, kawasan ini harus diperbanyak tempat sampah. Sehingga masyarakat sadar akan kebersihan di kawasan cagar budaya tersebut, agar kawasan agar budaya tetap terlihat bersih, nyaman dan indah.
"Tempat ini sudah bagus dan cocok untuk tempat bersantai bagi
kaula muda mudi khususnya, tapi perlu ditambah bak sampah. Karena semakin
banyak pengnjung juga makin banyak sampah," tutupnya. (riz)