Wisata Langit Timur, Eks Lubang Tambang “Disulap” jadi Wisata yang Menarik untuk Dikunjungi

img

( Pemilik Wisata Langit Timur Syafruddin Pernyata) 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR- Keberadaan eks lubang tambang di Kukar kerap dijumpai, tidak dipungkiri keberadan eks lubang tambang ini merupakan suatu ancaman bagi alam, tidak hanya alam keberadaan lubang tersebut bisa memakan korban jiwa yang tenggelam dikawasan danau eks lubang tambang.  Didalam undang-undang  Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batur Bara pada pasal 161 B ayat (1) tertuang peraturan reklamasi lubang tambang, hal tersebut guna mencegah timbulnya korban jiwa.

Melihat fenomena eks lubang tambang  yang berpuluh tahun ditinggalkan begitu saja oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan reklamasi, mendorong Syafruddin Pernyata, yang merupakan warga Kukar untuk mengubah nya menjadi destinasi wisata alam.



Langit Timur  berada di Desa Loa Ulung Kecamatan Tenggarong Seberang, dibangun dengan konsep memanfaatkan sesuatu yang dinilai sebagai ancaman lubang tambang dimana mana banyak orang beranggapan itu berbahaya, atas hal tersebut dirinya ingin membalik cara berpikir yaitu bagaimana mengubah ancaman itu menjadi peluang usaha dengan menjadikan tempat wisata.

“ Ini bekas tambang yang ditinggalkan berpuluh tahun lalu akhirnya dengan kita memanfaatkan kita bisa menjadikan tempat usaha yang otomatis memberikan lapangan pekerjaan bagi orang, disini ada 6 orang pekerja”kata Syafruddin Pernyata selaku pemilik Wisata Langit Timur saat kepada Poskota Kaltim belum lama ini.

Wisata ini berdiri sejak satu tahun lalu, dengan ukuran kurang lebih setengah hektar. Wisata ini selain menawarkan keindahan danau serta suasana yang tenang dan sejuk, pengunjung juga dapat menikmati perahu kembar, kolam renang dan berkemah.

“Tarif untuk pengunjung satu orangnya Rp.10.000 dan itu sudah bisa menikmati fasilitas berenang, pengunjung yang datang dari berbagai daerah, kadang rombongan sekolah bisa 3-6 bus, paling ramai dihari weekend ,” kata Syafruddin.

Pemilik wisata ini juga mengungkapkan alasan mengapa wisata ini diberi nama Wisata Langit Timur.

“Kenapa namanya Langit Timur, karena saya sendiri suka langit senja , sebab kalo matahari mau terbenam itukan senja dan langit senja itu indah kemudian senja itukan semakin sore semakin sejuk, dan untuk melihat senja kita harus berada di langit timur,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan akses jalan untuk menuju wisata Langit Timur ini lantaran akses untuk menuju wisata tersebut terkendala jalan yang agak sempit.

Sementara itu secara terpisah Kepala Dinas Pariwisata Slamet Hadiraharjo kepada Poskotakaltimnews pada acara Raker yang diselenggarakan diwisata Langit Timur Sabtu (24/2/2024) mengapresiasi keberadaan wisata ini, dirinya juga meminta untuk terus melakukan promosi destinasi wisata Langit Timur tidak hanya Langit Timur namun semua destinasi wisata yang ada di Kukar.

“Semua pariwisata dan destinasi wisata itu perlu promosi, tanpa adanya hal tersebut tempat wisata tidak akan berkembang. Harapanya semua destinasi dikukar dapat lebih berkembang dengan baik dan konsisten,” terang Slamet.(adv/*tan)