Tingkat Kebacoran Air PDAM Kukar Tinggi
TENGGARONG. Tingkat kebocoran air PDAM Tirta Mahakam Kukar mencapai 26 persen. Tingkat kebocoran ini masih terbilang tinggi karena standar nasional hanya 20 persen.
“Tingkat kehilangan air mencapai 26 persen, cuma untuk angka pastinya masih kita hitung dulu, saya nggak hapal,” kata Iswanto, Dirut PDAM Tirta Mahakam didampingi Kasubag Humas, Alfianor. Belum lama ini
Ia mengemukakan, ada 2 faktor kebocoran, yakni kebocoran teknis dan nonteknis. Kebocoran teknis meliputi, kebocoran pipa distribusi yang kadang belum bisa diketahui, tingkat akurasi meteran yang kurang baik atau rusak dan proses pergantiannya lambat. Penyumbang terbesar biasanya kebocoran pada pipa distribusi. Sedangkan kebocoran nonteknis diakibatkan faktor alam.
Adapula kebocoran akibat kegiatan proyek penggalian. Namun pihak PDAM kerap berkoordinasi dengan Dinas PU jika menemukan kebocoran pipa akibat kegiatan proyek. Untuk menekan tingkat kebocoran, pihak PDAM membentuk tim pengawas ke lapangan. Ia juga mengimbau warga agar segera melaporkan ke pihak PDAM jika menemukan adanya kebocoran karena ini dapat mempengaruhi distribusi air bersih ke pelanggan.
“Kalau bisa tingkat kebocoran bisa ditekan sampai 1 persen karena ini akan berdampak pada pendapatan, selama ini Tenggarong menjadi barometer untuk membantu permasalahan di kantor PDAM cabang. PDAM Tirta Mahakam Kukar membawahi 31 unit kantor cabang,” katanya.
Pihak PDAM terus meningkatkan pelayanan terhadap pelanggannya. “Pemerintah Pusat memberikan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa pembangunan intake di Loa Kulu kapasitas 250 liter/detik, Loa Janan 150 liter/detik dan Muara Badak 100 liter/detik, jadi totalnya 500 liter/detik,” ujarnya. aji/poskotakaltimnews.com