Retribusi Obyek Wisata di Kukar Capai Rp 3 M
TENGGARONG. Penerimaan retribusi masuk dari 4 obyek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) melampaui target tahun ini. Hingga November 2017, penerimaan retribusi masuk ini sudah mencapai hampir Rp3 miliar, tepatnya Rp 2,9 miliar.
“Target kita tahun ini sebesar Rp 2,7 miliar, namun sampai November retribusi masuk ke 4 lokasi wisata sudah mencapai Rp 2,9 miliar, masih ada waktu sebulan lagi di Desember ini, mudah-mudahan bisa tembus Rp 3 miliar lebih,” kata Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Kukar.
Empat obyek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata saat ini adalah Waduk Panji Sukarame, Pulau Kumala, Planetarum Jagad Raya dan Pantai Tanah Merah Samboja. Dari 4 obyek wisata ini, Pulau Kumala memberikan sumbangan tertinggi dari penerimaan retribusi masuk.
“Dari total penerimaan retribusi masuk Rp 2,9 miliar ini, Pulau Kumala menyumbang di kisaran Rp 2,3 miliar, dengan jumlah kunjungan mencapai 440 ribu pengunjung sampai November 2017 kemarin,” tuturnya.
Selain retribusi masuk, Sri mengatakan, ada penambahan pendapatan dari kontribusi sewa dari penjual jasa mainan, makanan dan minuman. Nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Sekedar diketahui, Pulau Kumala baru dinobatkan sebagai Tujuan Wisata Baru Terpopuler Kedua, setelah Taman Breksi, Sleman, Yogyakarta dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017, Sabtu (25/11) lalu di Jakarta.
Sepanjang 2017 ini sejumlah fasilitas telah dibangun di Pulau Kumala, seperti 6 buah toilet ramah lingkungan dari Dinas PU, papan informasi Pulau Kumala dan bangku kelok untuk tempat rehat pengunjung di Plaza Utama Pulau Kumala, penyediaan kamera CCTV di 4 titik strategis yang masih dalam progres serta pemasangan membran canopy tahap I di Plaza Utama Pulau Kumala untuk kebutuhan penyelenggaraan even di Pulau Kumala.
“Kita tidak lagi perlu memobilisasi keperluan tenda untuk kegiatan even. Rencananya, kami juga kerja sama dengan KONI untuk memanfaatkan lahan di Pulau Kumala yang masih luas sebagai sport center,” ujar Sri.
Ia menambahkan, Pulau Kumala memiliki keunikan karena posisinya di tengah Sungai Mahakam. Pengunjung harus melewati Jembatan Repo-Repo. Ini salah satu jembatan pedestrian di Indonesia, selain di Jambi. Jembatan ini terbentang sepanjang 300 meter.
“Pengunjung punya pengalaman baru menyeberangi sungai dari atas jembatan dan melihat panorama sekitar sungai, masuk ke Pulau Kumala bisa rekreasi sepuasnya menikmati suasana alam dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp 7.000,” bebernya.
Pihaknya pernah melakukan survei terhadap pengunjung Pulau Kumala. Kebanyakan dari mereka datang ke Pulau Kumala tidak hanya sekali, tapi berulang-ulang.
“Bahkan ada pengunjung datang sampai 9 kali ke Pulau Kumala, padahal kondisinya masih seperti ini,” ucapnya. aji/poskotakaltimnews.com