Dinkes Kukar Tangani Stunting Lewat Program PMT

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Penanganan stunting menjadi fokus kerja Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang.

 

Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu hamil atau anak pada masa pertumbuhannya. Stunting ditandai dengan tinggi anak yang lebih pendek daripada standar usianya.

 

Stunting masih menjadi masalah yang harus segera ditangani dan dicegah, perlu diketahui bahwa anak yang tinggi badannya di bawah rata-rata belum tentu mengalami kekurangan gizi. Hal ini karena tinggi badan dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi bila kedua orang tua berpostur tubuh pendek, anak juga bisa memiliki kondisi yang sama.

 

Berdasarkan data SSGI Kementerian Kesehatan bahwa angka stunting di Kukar terus alami penurunan. Hal itu menandakan penanganan stunting di Kukar telah berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

 

Dari data SSGI Kementerian Kesehatan, stunting di Kukar pada 2016 mencapai 36,1 persen. Kemudian pada 2017 alami penurunan menjadi 30,9 persen, sementara pada 2018 kasus stunting naik kembali mencapai 32,3 persen tapi pada 2021 turun siginifikan menjadi 26,4 persen.

 

Selanjutnya, pada 2022 kasus stunting di Kukar naik menjadi 27,1 persen dan 2023 lalu turun menjadi 17,6 persen. Sementara target Pemkab Kukar terhadap penurunan stunting pada 2024 yakni dibawah 14 persen.

 

Plt Kepala Dinkes Kukar Kusnandar mengatakan, telah dilakukan berbagai langkah atau upaya dalam menekan angka stunting. Salah satu upaya itu dengan meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

 

Permasalahan gizi sering dianggap tak penting oleh masyarakat. Padahal permasalahan gizi ini sangat serius dapat mempengaruhi pertumbuhan anak maupun dari fisik bahkan pola pikir.

 

"Melalui program itu dinilai memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan gizi anak," kata Kusnandar pada media, Jum'at (15/11/2024).

 

Dalam hal ini, pihakanya terus melakukan intervensi di beberapa wilayah Kukar yang dinilai terindikasi stunting. Melalui program tersebut akan memberikan makanan bergizi dengan formula khusus kepada anak anak.

 

Penanganan stunting ini tak bisa dikerjakan sendiri. Namun hal itu perlu kolaborasi yang baik antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sehingga sasaran yang terkonfirmasi stunting itu bisa lebih luas untuk ditangani.

"Kami bersinergi dengan OPD terkait, untuk mengatasi permasalahan stunting di Kukar," ungkapnya. (adv/riz)