Program Terang Kampungku: Komitmen Kukar Hadirkan Listrik Berkelanjutan hingga ke Pelosok Desa
((Pemasangan Listrik PLN di Desa Melintang)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara
(Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berkomitmen dalam mewujudkan desa-desa yang mandiri dan sejahtera.
Salah satu wujud nyata
dari komitmen tersebut adalah pelaksanaan program unggulan Terang Kampungku,
yang bertujuan menyediakan akses listrik 24 jam bagi seluruh desa di wilayah
Kukar, khususnya desa-desa yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau jaringan
listrik.
Kepala DPMD Kukar,
Arianto, menjelaskan bahwa program Terang Kampungku merupakan salah satu
prioritas dalam mendukung visi pembangunan Kukar yang tertuang dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Menurutnya, ketersediaan
listrik yang merata merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas hidup
masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperkuat infrastruktur
pelayanan publik di desa-desa.
“Kalau kita bicara
intervensi, saya bisa sampaikan bahwa 100 persen target awal sudah tercapai.
Semua titik yang direncanakan untuk disentuh dalam tahap awal program sudah
terlaksana,” ujarnya Arianto saat ditemui Poskotakaltimnews Selasa (06/05/2025).
Dalam pelaksanaannya,
Arianto mengatakan DPMD Kukar memfokuskan intervensi pada 17 titik prioritas
yang tersebar di berbagai kecamatan.
Ia menyebutkan
wilayah-wilayah tersebut dipilih berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan
akses listrik masyarakat. Setelah tahap awal rampung, DPMD melanjutkan ekspansi
program ke wilayah lain yang belum mendapat pasokan listrik secara penuh.
“Yang sudah selesai, kita
lanjutkan ke desa-desa lain yang masih belum menikmati listrik 24 jam. Masih
ada wilayah yang hanya mendapatkan pasokan listrik selama 12 jam per hari. Ini
yang menjadi PR kita bersama ke depan,” ungkap Arianto.
Lanjut Arianto program
Terang Kampungku tidak hanya menghadirkan infrastruktur listrik secara fisik,
tetapi juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari PLN,
pemerintah kecamatan dan desa, hingga partisipasi masyarakat.
“Pemerintah daerah
berupaya memastikan bahwa pembangunan jaringan listrik tidak hanya menyasar
pusat desa, tetapi juga menjangkau permukiman warga yang tersebar dan
terpencil,” tandasnya.
Dirinya juga menyebutkan
bahwa ketersediaan listrik 24 jam sangat berpengaruh terhadap peningkatan
produktivitas warga desa.
Arianto beranggapan dengan
kehadiran listrik mempermudah akses informasi, mendukung kegiatan belajar
mengajar, memperkuat layanan kesehatan desa, serta membuka peluang pengembangan
usaha rumahan dan UMKM.
“Bayangkan bagaimana
kegiatan ekonomi dan sosial di desa bisa berjalan lebih optimal kalau listrik
tersedia sepanjang hari. Inilah yang ingin kita hadirkan lewat Terang
Kampungku,”tegasnya.
Arianto mengaku,
kedepannya DPMD Kukar akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap
pelaksanaan program ini.
“Tantangan geografis dan
keterbatasan jaringan menjadi salah satu hambatan utama, namun pemerintah tetap
berkomitmen untuk mencari solusi terbaik demi keadilan akses infrastruktur bagi
seluruh masyarakat Kukar,” tambah Arianto
Dirinya juga menambahkan
dengan konsistensi pelaksanaan program Terang Kampungku, diharapkan tidak ada
lagi desa di Kukar yang tertinggal dalam hal akses listrik.
“Kita ingin memastikan bahwa seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat menikmati hak dasar berupa energi listrik yang andal dan berkelanjutan. Hal ini juga bagian dari pembangunan inklusif yang kita dorong. Pemerintah hadir untuk semua lapisan masyarakat, sampai ke pelosok,” tutup Arianto. (TAN/ADVDPMDKUKAR)