KPT Sumbersari Diproyeksikan jadi Sentra Inovasi Pertanian dan Agrowisata

img

Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno saat sedang memberikan pakan ikan patin di KPT Sumber Sari. (Kriz)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Di balik Kantor Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, sebuah kawasan terus dibangun untuk menjadi wajah baru pengembangan pertanian di Kutai Kartanegara (Kukar).

Tak hanya menggabungkan sektor peternakan, perikanan, dan tanaman pangan, Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Sumber sari juga diproyeksikan menjadi sentra inovasi pertanian sekaligus agrowisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

KPT Sumber sari merupakan satu dari dua Kawasan Pertanian Terpadu yang dimiliki Pemkab Kukar.

Selain di Desa Sumber Sari, kawasan serupa juga berada di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Pengembangannya berada di bawah Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar dan dilakukan secara bertahap.

Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno mengatakan konsep pengembangan KPT tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Menurutnya, kawasan tersebut dirancang agar menjadi tempat belajar bagi pelajar maupun masyarakat yang ingin mengenal berbagai sektor pertanian secara langsung.

"Harapannya, anak-anak sekolah maupun pelajar yang ingin belajar bisa datang ke sini untuk mengenal sektor pertanian secara langsung. Kami juga akan menyiapkan sumber daya manusia yang dapat mendampingi mereka dalam kegiatan belajar di kawasan ini," ujarnya saat hubungi Poskotakaltimnews pada Jumat (7/8/2026).

Saat ini, KPT telah memiliki sejumlah fasilitas pada sektor peternakan dan perikanan.

Di kawasan tersebut tersedia peternakan ayam, sapi, dan kambing, serta kolam budidaya ikan lele dan ikan patin.

Sementara itu, pengembangan tanaman pangan masih menyesuaikan kondisi cuaca. Musim kemarau yang menyebabkan debit air menurun membuat proses penanaman untuk sementara ditunda.

"Sebelumnya kami menanam cabai dan kentang. Karena cuaca sedang panas dan sumber air mulai mengering, kami belum bisa melakukan penanaman. Nanti rencananya akan kami tanami cabai dan tomat," kata dia.

Ia menyebut, pemerintah desa juga telah menyiapkan konsep pertanian yang saling terintegrasi dengan sektor peternakan agar pemanfaatan hasil panen menjadi lebih optimal.

"Ke depan kami juga ingin mengembangkan tanaman pangan yang mendukung sektor peternakan. Misalnya jagung, batangnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan sapi, sedangkan bijinya untuk pakan ayam. Namun rencana itu masih terkendala musim kemarau. Setelah memasuki musim hujan, baru akan kami realisasikan," jelasnya.

Selain menjadi pusat pembelajaran pertanian, KPT juga dipersiapkan sebagai destinasi agrowisata yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Sutarno mengatakan, kawasan tersebut nantinya akan menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan makanan tradisional maupun produk khas Desa Sumbersari.

Ia juga mengungkapkan, pemerintah desa akan berkolaborasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang mengelola objek wisata Puncak Bukit Biru agar wisatawan dapat mengunjungi KPT setelah berwisata.

"Setiap akhir pekan pengunjung di Puncak Bukit Biru mencapai ratusan orang, bahkan dalam sebulan bisa ribuan orang. Harapannya para wisatawan yang datang ke sana juga bisa diarahkan berkunjung ke kawasan ini untuk menikmati berbagai potensi Desa Sumbersari. Dengan begitu, perputaran ekonomi masyarakat juga ikut meningkat," tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disketapang Kukar, Ananias mengatakan pengembangan KPT masih terus dilakukan dengan melengkapi berbagai fasilitas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi kawasan pertanian modern.

Ia menyebutkan, salah satu inovasi yang sedang diterapkan adalah penggunaan energi baru terbarukan sebagai sumber listrik di kawasan tersebut.

"Salah satu yang menarik adalah kami mulai beralih dari penggunaan sumber energi berbahan bakar minyak maupun listrik konvensional ke energi matahari. Hampir seluruh teknologi yang nantinya digunakan di KPT akan berbasis solar cell, sehingga sumber energinya berasal dari tenaga surya," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan energi surya merupakan bagian dari upaya menciptakan kawasan pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi pertanian modern di Kukar.

"Kami mengupayakan agar seluruh kebutuhan energi di KPT nantinya menggunakan sumber energi matahari," tegasnya.

Ia berharap keberadaan KPT tidak hanya menjadi lokasi produksi pertanian, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

"Harapannya KPT ini bisa menjadi tempat edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat Desa Sumber sari, Kecamatan Loa Kulu, maupun Kabupaten Kukar pada umumnya. Selain itu, kawasan ini juga diharapkan menjadi pusat pengembangan teknologi pertanian yang nantinya dapat diterapkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya. (kriz)