Berau Gelar Rakor Menuju Kabupaten Layak Disabilitas, Fokus pada Perlindungan dan Pemenuhan Hak ABK
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU: Dalam upaya mewujudkan Kabupaten Berau sebagai daerah yang ramah disabilitas, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kakaban, Kantor Bupati Berau, pada Senin (19/5/2025).
Rakor ini diikuti sekitar 30 perwakilan dari berbagai OPD dan menjadi
langkah strategis dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kabupaten Berau.
Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah, menuturkan bahwa rakor bertujuan
untuk menyamakan persepsi antar instansi mengenai penanganan dan pendampingan
anak disabilitas. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar ABK
memperoleh layanan kesehatan, pendidikan, sosial, bimbingan, konseling, serta
layanan khusus lainnya tanpa diskriminasi.
“Harapan kami tidak ada lagi anak disabilitas yang terabaikan. Mereka
berhak atas layanan yang setara dan layak,” ujarnya.
Rabiatul menyoroti bahwa kurangnya pemahaman dalam penanganan disabilitas
berkontribusi pada tidak terpenuhinya hak-hak ABK. Ia juga mengungkapkan
keprihatinan atas 15 kasus pelecehan seksual terhadap anak disabilitas di Berau
dalam dua bulan terakhir.
Menurutnya, penguatan mental orang tua, dukungan lingkungan sosial, serta
peran aktif pemerintah menjadi faktor kunci dalam menciptakan layanan publik
yang inklusif. Melalui Rakor ini, dilakukan diskusi interaktif guna merumuskan
program-program terpadu dalam penanganan ABK.
Rabiatul juga mendorong Dinas Pendidikan agar menyediakan ruang belajar
khusus dan tenaga pendidik khusus bagi pelajar disabilitas. “Karena mereka
memiliki hak yang sama seperti anak lainnya,” tegasnya.
Sementara itu Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melalui Staf Ahli Bidang
Pemerintahan Politik Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten
Berau, Warji, menyatakan komitmen Pemkab Berau dalam meningkatkan
aksesibilitas, inklusivitas, serta ruang partisipasi berkelanjutan bagi ABK.
“Kesejahteraan ABK menjadi tanggung jawab pemerintah, termasuk dalam penyediaan layanan khusus,” kata Warji. Ia juga mendorong Forum Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (FP-ABK) Kabupaten Berau agar menjalankan program-program yang mampu menciptakan ruang setara dan ramah disabilitas. (sep/FN)